Pemkab Sergai Gelar Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten

Sei Rampah

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya yang diwakili oleh Sekretaris Daereah Kabupaten (Sekdakab) Sergai M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, membuka kegiatan Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Tahun 2023 yang digelar di Aula Sultan Serdang, Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Senin (21/8/2023).

Dalam sambutannya, Sekdakab Sergai menyampaikan jika salah satu tantangan masalah kesehatan yang harus dituntaskan di Kabupaten Sergai adalah persoalan balita stunting. Ia menyebut bahwa upaya percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting yang telah dilakukan di Sergai adalah dengan mencari dan menangani penyebab langsung dan penyebab tidak langsung yang dilakukan melalui pendekatan secara menyeluruh melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. “Intervensi sensitif berarti intervensi yang dilakukan di luar sektor kesehatan dengan keterlibatan lintas sektor, organisasi profesi, masyarakat, dan potensi swasta. Hal ini menyentuh semua penyebab tidak langsung terjadinya kasus stunting yang ada di Sergai, namun menjadi akar masalah yang sangat mendasar,” ujarnya.

Dalam mencapai target prevalensi stunting yang telah ditetapkan 14% pada 2024, Faisal menjelaskan jika Kabupaten Sergai harus mampu menurunkan 3,55% tiap tahun.

“Upaya percepatan pencegahan stunting menjadi tidak mudah jika berhadapan dengan kondisi objektif yang terjadi di masyarakat. Tentunya Serdang Bedagai tetap optimis bahwa segala bentuk intervensi yang dilakukan dalam jangka panjang dapat dirasakan manfaatnya,” jelas Faisal.

Aksi konvergensi yang mendasar menurut Sekdakab Sergai Faisal adalah dengan melakukan aksi nyata dan terkoordinasi dalam jangka panjang yang diyakini efektif dalam mencegah stunting dan menurunkan angka balita stunting. Hal ini menurutnya merupakan instrumen dalam bentuk kegiatan untuk meningkatkan integrasi intervensi gizi sensitif dalam pencegahan dan penurunan stunting nagi target sasaran balita stunting.

“Tujuannya menyelaraskan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, dan pengendalian kegiatan antar sektor, pemerintah, masyarakat, organisasi profesi dan swasta dengan mendapat dukungan dari semua pihak. Mulai tingkat pemerintahan kabupaten, kecamatan, hingga pemerintahan desa, dan non-pemerintah,” katanya lagi.

Dirinya meyakini bahwa seluruh pihak terkait baik OPD, organisasi, dan profesi mempunyai tekad yang sama untuk bekerjasama menurunkan stunting di bawah standar nasional. Maka dari itu ia berharap agar pertemuan hari ini dapat menjadi wahana evaluasi dan pemantauan penyelenggaraan koordinasi percepatan penurunan stunting pada tahun 2023.

“Melalui pertemuan ini kita dapat menjalin kerjasama yang lebih maksimal. Kita juga harus dapat mengakselerasikan program serta langkahlangkah strategis secara konvergen dan terintegrasi dalam peningkatan capaian kinerja masing-masing. Pertemuan hari ini juga harus mampu mendorong dan menguatkan konvergensi antar program yang selama ini sudah berjalan dan dilaksanakan. Hasilnya kita diskusikan bersama terhadap pemangku kepentingan lainnya, serta disosialisasikan kepada para pihak dan semua level agar dapat memahami dan melaksanakannya,” tandasnya.

Hadir dalam kegiatan ini di antaranya Kepala BAPPEDA Sergai, Rusmiani Purba, SP, MM, Kepala Dinas Kesehatan dr. Yohnly Boelian Dachban, Kepala DP2KBP3A dr. Helminur Iskandar Sinaga, M.Kes, Camat dan Ketua TP PKK Kecamatan, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Sergai serta seluruh Tim Percepatan Penanggulangan Stunting Kabupaten Serdang Bedagai. (Media Center Sergai)

Teks/Editor : Ardi/Lenti

Reporter : Jefri

Admin : Julia

537 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *