Penyuluh Pertanian dan KWT ikut serta dalam Menangani Stunting di Kabupaten Serdang Bedagai SUMBER DANA APBD 2023

I. Pendahuluan

Latar Belakang

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak-anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi selama masa pertumbuhan mereka, biasanya dimulai sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Hal ini mengakibatkan anak memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari rata-rata anak sebaya mereka. Stunting bukan hanya masalah tinggi badan yang kurang, tetapi juga mencerminkan masalah kesehatan yang lebih dalam, seperti penurunan daya tahan tubuh, risiko gangguan perkembangan kognitif, dan masalah kesehatan jangka panjang pada masa dewasa. Faktor penyebab stunting bisa meliputi gizi buruk, pola makan yang tidak sehat, sanitasi yang buruk, serta akses terbatas terhadap layanan kesehatan yang memadai.

stunting tidak hanya disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan oleh beragam faktor yang saling terkait. Inilah mengapa semua sektor di masyarakat diharapkan berkontribusi dalam penanganannya:

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci karena penanganan stunting memerlukan pendekatan holistik untuk menangani masalah gizi kronis ini secara menyeluruh. Setiap sektor memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dengan baik serta mengurangi risiko stunting.

Tujuan Kegiatan

Pertanian: Sebagai penyedia pangan, sektor pertanian berkontribusi dalam menyediakan akses terhadap makanan bergizi, terutama bagi keluarga yang rentan mengalami stunting. Pengetahuan tentang pertanian organik dan diversifikasi tanaman menjadi penting dalam meningkatkan gizi masyarakat.

Sasaran Kegiatan

1. Penyuluh Pertanian:

Peningkatan Pengetahuan oleh Penyuluh pertanian yang berperan penting dalam memberikan informasi tentang pertanian organik, pembuatan kompos, serta penggunaan pestisida hayati. Hal ini akan membantu keluarga untuk menanam tanaman bergizi di pekarangan rumah dengan cara yang ramah lingkungan. Dukungan Teknis  berupa bimbingan teknis kepada keluarga tentang teknik bertanam yang baik, memastikan tanaman tumbuh dengan optimal untuk meningkatkan ketersediaan pangan bergizi di rumah.

2. Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan:

Edukasi Kesehatan Reproduksi melalui Penyuluh KB diharapkan dapat memberikan informasi  pentingnya gizi pada masa kehamilan, pentingnya perawatan prenatal yang baik, serta praktik kesehatan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.  Sebagai agen kesehatan, penyuluh KB juga sebagai sumber informasi tentang layanan kesehatan yang tersedia bagi keluarga resiko stunting.

3. Kelompok Wanita Tani (KWT):

Diseminasi Informasi yang dilakukan KWT bisa menjadi agen yang menyebarkan informasi dan pengetahuan yang diperoleh dari penyuluh pertanian ke seluruh komunitas. Mereka memiliki peran yang kuat dalam mengedukasi keluarga tentang pentingnya pertanian organik, praktik pertanian yang baik, dan gizi seimbang. Pemberdayaan Masyarakat melalui KWT bisa membantu dalam pembentukan komunitas yang peduli akan gizi, kesehatan, dan pertanian yang berkelanjutan.

4. Keluarga Resiko Stunting:

Edukasi Langsung: Melalui kegiatan ini, keluarga yang berisiko stunting akan mendapatkan edukasi langsung terkait perawatan anak, pola makan sehat, dan pentingnya gizi yang baik. Dan dukungan Praktis Distribusi bibit tanaman sayuran untuk ditanam di rumah keluarga resiko stunting diharapkan akan memberikan dukungan praktis bagi gizi keluarga.

II. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan ini dilaksanakan di 6 (enam) Wilayah Binaan BPP yaitu BPP Tanjung Beringin, BPP Serbajadi, BPP Sijonam dan BPP Berohol. Pertemuan tersebut menyoroti beberapa hal penting terkait stunting:

Adapun beberapa informasi yang disampaikan oleh Penyuluh KB antara lain

  • Definisi Stunting: Menjelaskan apa yang dimaksud dengan stunting, yaitu kondisi gagal pertumbuhan pada anak karena kekurangan gizi kronis.
  • Fasilitasi Pemerintah: Menjelaskan peran pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting, seperti program bantuan atau fasilitas yang tersedia.
  • Kontak Penting: Memberikan informasi kontak yang bisa dihubungi jika ada keluarga atau individu yang berisiko stunting di lingkungan.
  • Strategi Bantuan: Mendiskusikan strategi untuk mengalokasikan bantuan bagi keluarga yang terkena stunting.

Penyuluh pertanian juga menyampaikan materi yang berkaitan dengan pertanian organik dan penggunaan kompos serta pestisida hayati:

  • Trik Bertanam Tanaman Organik: Memberikan tips dan trik untuk menanam tanaman organik di pekarangan rumah, yang dapat menjadi sumber gizi bagi keluarga.
  • Pembuatan Kompos dan Pestisida Hayati: Menginformasikan cara membuat kompos sebagai pupuk organik serta pestisida hayati yang ramah lingkungan untuk tanaman.
  • Program ini mencakup edukasi, pemberdayaan, dan dukungan teknis kepada masyarakat, dengan harapan bahwa pengetahuan baru tentang pertanian dan kesadaran akan gizi yang baik akan membantu mengurangi tingkat stunting di komunitas tersebut.

Setelah kegiatan penyuluhan tersebut selesai peserta dari KWT dan KRS diberikan cinderamata berupa bibit tanaman sayuran untuk ditanam di rumah keluarga dan diharapkan akan memberikan dukungan praktis bagi gizi keluarga. Bibit tersebut antara lain Bayam, Kangkung, Sawi manis, cabe Merah dan Cabe Kecil.

Meiliana Veronica Ginting, S.P, M.P

Penulis adalah Penyuluh Pertanian Ahli Muda pada Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai)

483 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *