Bupati Soekirman Harap Petugas SID lakukan Promosi dan publikasikan Potensi Desa

Pelatihan dan Pemanfaatan Sistem Informasi Desa

Medan,Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman menyampaikan apresiasinya terhadap 75 orang petugas operator Sistem Informasi Desa (SID) se-Sergai yang telah mendapat pelatihan dalam rangka mengoptimasi penggunaan Informasi Teknologi (IT) guna mendukung program pembangunan daerah maupun pusat. Kedepannya semoga ilmu yang didapat dari pelatihan ini dapat dimanfaatkan guna menjalankan tugas sebagai petugas dalam menjalankan SID di daerah masing-masing.

Demikian disampaikan Bupati Soekirman saat menutup acara Pelatihan Pemanfaatan SID se-Sergai Tahun 2019 di Hotel Antares Medan, (26/3).

Lebih lanjut disampaikan Bupati bahwa terdapat beberapa hal baik potensi desa maupun hal unik lainnya yang dapat dieksplorasi dan dimunculkan sebagai penarik kunjungan wisatawan. “ Seperti inovasi Kantor Desa mirip Istana Negara di Desa Kemuning Kabupaten Jember Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Meski membutuhkan biaya besar lanjutnya, namun seiring perkembangan IT, melihat bentuk kantor desa yang spektakuler tersebut, kini  desa yang awalnya tidak pernah dikenal orang, namun dengan inovasi dan terobosan kantor desa mirip istana negara, perlahan menjadi desa yang maju dan pendapatan masyarakat meningkat dari sektor pariwisata serta masyarakat yang sekedar ingin melihat kantor desa tersebut, kisahnya.

Hal ini menandakan bahwa pimpinan desa dan aparatur hendaknya mempunyai ide-ide yang inovatif, memiliki gagasan dan pembaruan, terlebih kepala desa incumbent. Jika desa tidak memiliki inovasi, maka desa akan stagnan baik pembangunan dan masyarakatnya.

Korelasinya juga jika tidak ada inovasi, seperti juga seorang jurnalis tidak akan mempunyai bahan untuk diangkat menjadi sebuah berita guna memperkenalkan desa tersebut ke masyarakat luas. Sebab jika desa  tersebut inovatif, maka semua orang senang, terlebih jurnalis yang menjadi banyak bahan untuk disampaikan menjadi sebuah berita, ungkapnya.

Bupati berpesan bahwa untuk memajukan daerah, selain dengan produk-produk unggulan, tentu harus juga ada inovasi yang dihasilkan melalui budaya ataupun terobosan lainnya yang akan lebih hebat lagi penghasilan yang akan didapatkan untuk daerah tersebut.

Oleh karenanya seorang Jurnalis SID juga harus berperan mempublikasikan potensi desa, memilah dan memberikan penilaian kepada masyarakat tenyang Kepala Desa yang inovatif, bukan sekedar menghabiskan anggaran saja, pesannya.

Seperti kita ketahui, saat ini dunia telah hyper-connected, informasi dan pengetahuan telah sangat cepat kita dapatkan. Namun bagaimana hubungan hyper-connected ini berkorelasi dengan kemajuan Kabupaten Sergai?..jika sikap kita tidak berubah menjadi inovatif, maka kita akan tertinggal dan tidak dapat bersaing dalam pasar yang semakin ketat ini.

“ Dengan pelatihan SID hari ini maka sikap kita harus berubah, dimulai dari sikap memilih pimpinan yang inovatif. Selain itu senantiasa berfikir positif sebab masa depan bangsa ditangan kalian. SID ini harus membangun kepercayaan terhadap pemerintah desa dan tentu saja Pemerintah diatasnya,” tegasnya.

Jika web sudah tersedia, SDM sudah dilatih, namun sangat penting bahwa harus ada komoditi yang dijual serta orang yang menerima apa yang kita jual. Untuk itu maka siapa yang paling banyak jaringannya, maka tentu akan mudah mendulang rezeki.

Bupati juga berharap agar nanti kembali digelar Bursa Inovasi Desa guna memancing kreativitas dan inovasi SID se-Sergai, sehingga dapat mempromosikan produk unggulan yang walaupun produk kampung, namun kualitas dan SDM-nya bukanlah kampungan. Mari tekadkan Sergai menjadi Kabupaten Unggul (Leading), Inovatif (Inovative) dan Berkelanjutan (Continuous) melalui SID, pungkasnya.

Sebelumnya Kadis PMD Drs Dimas Kurnianto, SH melaporkan tahun 2018 lalu Pemkab Sergai telah melatih 50 desa, dilanjutkan pada tahun ini melaksanakan pelatihan kepada 75 desa, terdapat 76 desa yang telah berhasil menerapkan SID secara online dan telah memiliki website desa.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari mulai 24-26 Maret 2019 dan bertujuan  meningkatkan SDM dari desa dalam mengaplikasikan SID guna memberikan manfaat dalam peningkatan pelayanan administrasi dan pembangunan di desa masing-masing.

Harapannya agar nantinya pemanfaatan SID ini dapat lebih optimal tidak sekedar menyampaikan informasi pembangunan, namun juga promosi Produk unggulan desa (Prudes) dan Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) agar dapat dilihat dan dibeli oleh masyarakat luas. Harapannya SID se-Sergai dapat berjalan sesuai harapan, semoga semua yang telah diberikan pada pelatihan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat desa.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Kabid Pemerintahan Desa Muradi, S.Pd, Narasumber dan Fasilitator Wakil Direktur BITRA Indonesia Iswan Kaputra dan Manager RDIC, serta para operator SID se-Sergai.Mc/Sergai/Nurul

311 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *