Terbentuknya FOLICANA Diharapkan Dapat Mengintegrasikan Penanganan Korban Bencana Alam di Sergai

Plh Bupati Sergai :

Sei Rampah, Bencana alam merupakan bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa alam. Bencana alam adalah konsekuensi untuk keterlibatan manusia pada pengrusakan alam yang ada. Apapun bentuknya pasti sangat merugikan kita. Namun, dengan adanya perkembangan teknologi saat ini, manusia bisa memprediksi terjadinya suatu bencana. Hal ini dikemukakan Plh Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H Darma Wijaya dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Sekdakab Drs Hadi Winarno, MM pada acara Pembentukan Forum Peduli Penanganan Pasca Bencana Serdang Bedagai (FOLICANA) di Aula H.T Rizal Nurdin Komplek Kantor Bupati di Sei Rampah, Kamis (15/8/2019).

Hadir dalam kegiatan Wakapolres Sergai Kompol Gunawan Heri Sudarto, mewakili Dandim 02/04 DS, Asisten Ekbangsos Ir. H. Kaharuddin, Kepala Bank Sumut Cabang Sei Rampah Ahmad Pasundan Tarigan, Kepala Stasiun Klimatologi Deli Serdang Klaus JA Damanik, ST serta para OPD terkait. Lebih lanjut disampaikan Plh Bupati, bencana alam di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat menurut data tabulasi bencana alam pada BPBD Sergai bahwa sering terjadi angin puting beliung. Bencana ini tidak bisa dianggap remeh karena bisa menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.

Oleh karenanya, lanjut H Darma Wijaya, pada kesempatan ini kami mengundang Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Deli Serdang sebagai narasumber untuk menjelaskan karakteristik kapan waktu terjadinya angin puting beliung. Plh Bupati menambahkan, dalam menangani bencana, BPBD Sergai didukung oleh tiga pilar penanggulangan universal yaitu pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Peran ketiga pelaku tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana.

“ Penyelenggaraan penanggulangan bencana (disaster management) adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang beresiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat dan rehabilitasi dan rekontruksi,” katanya.

Tujuan penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah menjamin terselenggaranya pelaksanaan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman, resiko dan dampak bencana, katanya.

“ Dengan terbentuknya susunan pengurus FOLICANA diharapkan dapat mengintegrasikan penanganan korban bencana alam di Sergai, “ tandas Plh Bupati.

Sebelumnya laporan kegiatan yang disampaikan oleh Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Irmayanti SP, M.Si mengatakan bahwa FOLICANA pada dasarnya merupakan ide pada proyek perubahan dklat kepemimpinan III tahun 2019. FOLICANA merupakan inovasi dalam penanganan korban bencana alam pada saat pasca bencana di Kabupaten Sergai, katanya. MC Sergai/vivi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *