TP PKK Sergai Gelar Pelatihan Simulasi Pola Asuh Anak dalam Keluarga ( PA2K)

Sei Rampah,

Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) melalui TP PKK menggelar acara Sosial Pelatihan Simulasi Pola Asuh Anak dalam Keluarga ( PA2K ) bertempat di aula Dinas Pendidikan, Sei Rampah, Rabu (28/8/2019).

Hadir dalam acara Ketua TP PKK Sergai  Ny. Hj. Marliah Soekirman, Ketua GOPTKI Ny. Hj Rosmaida Darma Wijaya, Ketua DWP Ny Hj drg. Khairani Hadi Winarno, Kadis P2KBP3A Hj. Irwani Jamilah, SH, M.Si, Narasumber Irna Minauli Psikolog dari USU dan 150 orang TP PKK kecamatan se-Sergai.

Dalam kesempatan tersebut Ny. Hj Marliah Soekirman mengutarakan bahwa  penting sekali membangun sebuah keluarga dan dimulai dari membangun pola asuh anak. Selain itu perlu juga mewaspadai propaganda negatif dari kemajuan teknologi seperti gadget dan isu Lesbian, Guy, Biseksual dan Trangender (LGBT).

“ Pengaruh negatif kemajuan teknologi harus bisa dicegah dengan pengawasan melekat, kepedualian yang tinggi serta pendidikan agama yang baik,tegas Hj Marliah.

Hj Marliah menambahkan mengenai peran para pengurus PKK desa menurutnya sangat penting dalam menerapkan pengetahuan terkait pola asuh anak yang diperoleh malalui pelatihan ini sekaligus menyebarluaskannya kepada seluruh anggota PKK di desa.

“ Saya berharap para orang tua dapat mendukung tumbuh kembang anak secara maksimal dan mempersiapkan generasi yang berkualitas di Tanah Bertuah Negeri Beradat ini di masa yang akan datang” harap

Sedangkan Narasumber Irna Minauli dalam materinya menyampaikan terkait dengan bahaya gadget yang tidak terkontrol dengan baik akan sangat merusak bagi anak-anak. Selain itu juga kehadiran konten negatif di media sosial dapat memicu perubahan sikap anak hingga hilangnya rasa empati bagi nilai positif dan justru beruah empati kenilai negatif.

“ Misalnya menganggap hal biasa dengan isu LGBT, sehingga hal tersebut merupakan hal yang lazim dalam penilaian mereka” ujarnya.

Demikian halnya juga sikap narsis di media sosial tak hanya menyerang kaum anak, kaum dewasa seperti ibu-ibu yang sangat suka narsis dengan memposting foto keluarga, alamat rumah, transaksi business  yang justru memancing orang jahat untuk melancarkan aksi jahatnya.

Oleh karena itu, Irna Minauli berpesan kepada seluruh yang hadir untuk dapat memilah-milah konten di media sosial yang bermanfaat bagi anak sehingga tidak mengganggu prilaku bagi anak itu sendiri, tukasnya.(Mc/Sergai/Nurul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *