Turut Serta Dalam Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental Nasional

Pemkab Sergai Akan Sukseskan Lima Agenda Kerja Melalui Gerakan Revolusi Mental

 Banjarbaru,

Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) turut serta dalam gelaran acara Pekan Kerja Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental (PKNGNRM) ke-3 tahun 2019 di Kota Banjarbaru, Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (19/9/2019). Kegiatan berlangsung selama tiga hari mulai 19-21 September 2019 dengan berbagai agenda kegiatan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sergai Drs H Akmal, M.Si saat menghadiri acara tersebut. Turut serta mewakili Pemkab Sergai Kadis Pendidikan Drs. Joni Walker Manik, MM, Kadis Kesehatan dr. Bulan Simanungkalit, M.Kes, Kadis Perindag Nina Deliana, S.Sos, M.Si, Inspektorat Sergai H. Gustian, SE, MM.Ak, Kaban Kesbangpol Drs Purba Siregar, M.Si dan Camat Sei Rampah, Nasaruddin Nasution, S.Sos,MM.

Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan ‘gong’ oleh Menpan RB Syafruddin. Para Perwakilan dari Pemkab Sergai tersebut langsung bergabung dengan kabupaten/kota  dari Provinsi se-Indonesia mengikuti dengan tertib seluruh rangkaian kegitan PKNGNRM.

Lebih lanjut disampaikan Kadis Kominfo, acara dibuka secara resmi oleh Mendagri Tjahyo Kumolo yang menyampaikan bahwa Indonesia sudah 74 tahun merdeka. terdiri dari berbagai suku, bangsa dan agama dari Aceh sampai Papua itulah NKRI. Diperlukan perekat bangsa dari Sabang sampai Merauke.

Dikatakan Mendagri, untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan serta kesejahteraan rakyat, tentu harus ada perekatnya. Perekat yang dimaksudkan adalah Pancasila yang kita miliki, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Sedangkan tantangan Indonesia ke depan masih banyak dan Revolusi mental harus dimulai dari diri sendiri. “ Dengan mereformasi birokrasi dan melakukan inovasi pelayanan terhadap masyarakat, permasalahan dalam pembangunan akan dapat diselesaikan melalui pembenahan dan merevolusi mental dalam membangun negara,” ujarnya.

Saat ini, masalah kerakyatan seperti masih terjerat kemiskinan. Oleh karenanya, wong cilik harus mendapat perhatian dari pemerintah. Dalam mempercepat reformasi birokrasi, dengan merevolusi mental yaitu melihat ke dalam diri kita dan lingkungan kita.

Mendagri juga menyampaikan bahwa Indonesia dihadapkan pada persoalan lingkungan alam yang tidak bersahabat. Adanya kebakaran hutan dan bencana alam lainnya. Dalam hal ini Pemerintah Daerah  harus bersinergi, berkoordinasi intensif dengan unsur lainnya termasuk Forkopimda, tokoh masyarakat dan elemen lainnya dalam menggerakkan revolusi mental, pungkas Mendagri.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak atas kepercayaan menjadikan Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini. Kalimantan Selatan merupakan “ Bumi Lambung Mangkurat Pangeran Antasari “ . Kesuksesan pembangunan dan pemerintahan karena masyarakatnya sangat menghormati dan memuliakan perjuangan para pahlawannya. Selain itu keberhasilan pembangunan dan pemerintahan akan terwujud apabila kita sudah merevolusi mental dengan memangkas semua aturan yang menghambat pembangunan itu sendiri, dan aturan yang dibuat untuk kepentingan pribadi, ujar Sahbirin mantap.

Sedangkan Kadis Kominfo Akmal, disela-sela kegiatan menyampaikan bahwa kaitannya dengan Kabupaten Sergai adalah, bahwa melalui gerakan revolusi mental ini diharapkan dapat menyukseskan lima agenda kerja di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat. Agenda tersebut seperti pertama, terwujudnya gerakan revolusi mental Indonesia melayani, memberikan pelayanan yang baik dan optimal kepada masyarakat disemua sektor layanan pemerintahan.

Kedua, lanjut Akmal, gerakan revolusi mental Indonesia bersih, sasaran bersih terhadap sistem dan birokrasi pemerintahan serta bersih diri, keluarga dan lingkungan. Ketiga gerakan revolusi mental Indonesia tertib. Tertib penyelenggaraan pemerintahan, juga tertib pelaksanaan dan tertib pertanggungjawaban. Tertib dalam kehidupan, dengan mematuhi aturan dan ketentuan. Keempat, Gerakan revolusi mental berikutnya adalah Indonesia bersatu, bersatu dalam keberagaman yaitu Bhinneka Tunggal Ika walaupun berbeda-beda namun tetap satu dalam ikatan NKRI. Terakhir adalah gerakan nasional revolusi mental mewujudkan Indonesia yang mandiri. Sebagai bangsa yang besar mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam mewujudkan Indosesia yang lebih sejahtera, kata Akmal.

Kadis Kominfo Sergai berharap, revolusi mental ini harus berjalan dengan baik, karena setiap orang adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Tidak hanya bertanggungjawab kepada masyarakat akan tetapi dipertanggungjawabkan juga kepada Allah SWT  Tuhan YME. “ Setiap pemimpin harus punya imajinasi, impian dan gagasan dalam  menggerakkan masyarakat, bangsa dan negara agar lebih baik untuk kesejahteraan rakyat,”  yakin Kadis Kominfo.(Mc/Sergai/Nurul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *