Program PSR di Sergai Hasilkan Panen Perdana Sorgum

Tebing Syahbandar,

Lahan perkebunan di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang luasnya mencapai 100.000 Ha menjadikan kabupaten yang akan merayakan HUT-nya yang ke-17 bulan Januari mendatang ini sebagai salah satu daerah pelaksana program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), seperti yang diucapkan oleh Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman, pada sambutannya dalam kegiatan Panen Perdana Sorgum di Perkebunan Paya Pinang Desa Paya Pinang Kecamatan Tebing Syahbandar, Kamis (19/12/2019).

“ PSR dilakukan tidak hanya sebagai upaya memperbaiki produktivitas kebun sawit tetapi juga meningkatkan tata kelola perkebunan kelapa sawit di Sergai. Harapannya dengan PSR pengembangan kebun sawit rakyat menjadi lebih tertata dan terdata dengan baik,” kata Bupati Sergai Soekirman di hadapan hadirin yang antara lain Perwakilan Kementerian Pertanian Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Edy Purnawan, SP, M.Sc, Wabup Padang Lawas Ahmad Zarnawi Pasaribu, Dewan Pengawas Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Rusman Heriawan, Kadis Kominfo Drs H Akmal, AP, M.Si, Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumatera Utara Ir. Dahler MMA, Kadis Perkebunan Provsu Ir. Herawati dan Ketua Umum GAPKI Joko Supriono.

“Pada hari ini kita akan melakukan panen perdana sorgum. Kita juga akan mencanangkan tanaman sorgum sebagai alternatif komoditi yang dapat ditanam untuk menunggu masa panen lkelapa sawit yang sedang proses peremajaan,” kata Bupati.

Soekirman mengatakan jika sorgum ini bukan hal yang asing bagi masyarakat perkebunan di Sergai akan tetapi sayangnya masih belum banyak yang mau bertani tanaman ini dikarenakan belum ada pabrik pengelola sorgum yang layak dan tempat penjualannya juga masih tidak memadai.

“Dengan pencanangan Sorgum di Kabupaten Sergai, saya sangat berharap tanaman ini dapat diterima dengan baik oleh petani dan khususnya masyarakat sebagai konsumen karena sorgum ini punya banyak manfaat dalam bidang pangan. Sorgum juga dapat diproduksi dengan perawatan tanaman yang tidak terlalu sulit namun dapat menghasilkan hasil panen yang maksimal,” ucap Soekirman optimis.

Sementara itu Direktur utama PT. PD Paya Pinang Kacuk Sumarto dalam sambutannya mengatakan panen perdana sorgum ini merupakan jawaban atas pertanyaan para petani yang menginginkan alternatif di tengah program Peremajaan Sawit Rakyat.

“Sorgum kita pilih karena memiliki periode panen yang pendek. Ini (sorgum) sekali tanam bisa tiga kali panen dan memiliki nilai jual yang tinggi. Selain itu banyak produk turunan yang dapat diolah dari sorgum di antaranya nira sorgum yang bisa dijadikan gula. Bio etanol juga dapat diproduksi dari Sorgum. Bahkan batang sisa produksi dapat dijadikan sebagai pakan ternak,” pungkasnya. MC Sergai/vivi

595 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *