Bupati Sergai Apresiasi Terhadap Perhatian Gubsu Pada Bidang Pertanian

Medan, 

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) yang berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu / 27 – 28 Desember 2019, sekaligus pengukuhan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perhiptani Provinsi Sumut Tahun 2019-2024 di Aula PT Mekanisasi Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumut di Medan.

Bupati Sergai Ir H Soekirman yang menjabat sebagai Ketua DPW Perhiptani Sumut menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur Sumut Edy Rahmayadi terharap pertanian, terlebih dorongan untuk mengkolaborasi seluruh pihak terkait dari praktisi hingga akademisi.

“ Rakerwil ini dihadiri oleh 22 kabupaten/kota, selanjutnya kami akan menyusun langkah Komando Strategi Pertanian (Kostratani) ditingkat kecamatan yang sudah disampaikan oleh Menteri Pertanian. Kita akan sukseskan langkah ini,” katanya.

Sebagai seorang Bupati, Soekirman menjelaskan bahwa untuk menghentikan alih fungsi lahan pertanian kepada peruntukan lain, Pemkab Sergai punya program Gerakan Sawah Mandiri (GSM) yang diterapkan di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat, pungkasnya.

Sedangkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyebutkan bahwa pertanian merupakan bagian terpenting dari pembangunan di Sumut. Sebab persoalan selama ini adalah seringkali kegiatan impor komoditi seperti beras dari luar negeri, hal ini tentu merugikan petani.

“ Kenapa ini hal serius? karena begitu masa panen, masuk impor beras dari Thailand. Sehingga harga (di petani) jadi murah. Padahal biaya produksi mahal. Oleh karena itu, kita harus siapkan langkah untuk memakmurkan petani kita, tidak,” sebut Edy Rahmayadi.

Lebih lanjut disampaikan Gubsu, bahwa akibat impor itu pula, secara tidak langsung menyebabkan banyaknya masyarakat petani beralih profesi menjadi buruh dan meninggalkan lahan pertanian. Dampak jangka panjangnya adalah, alih fungsi lahan pertanian dipakai untuk hal  lain.

Gubernur menekankan agar produksi pertanian dari Sumut terus meningkat, sehingga jika selama ini banyak pengiriman tenaga kerja ke Malaysia, bisa diganti dengan pengiriman hasil pertanian yang menjanjikan bagi perekonomian rakyat.

“ Kita harus berkolaborasi antara Pemerintah Provinsi  dengan petani jika tidak ingin petani dirugikan. Yang penting juga, jangan mengalihkan fungsi lahan dari pertanian ke yang lain. Kalau irigasi dan embung kurang, kita bangun,” jelas Edy.

Mengakhiri sambutannya, Gubsu berharap para lulusan atau Sarjana Pertanian, bisa diberdayakan (diberikan penyuluhan) untuk memajukan pertanian di Sumut, sehingga pada waktunya, para insinyur yang memiliki ilmu dan kemampuan siap terjun ke masyarakat, tandasnya.

Adapun susunan pengurus Perhiptani Sumut yaitu, sebagai pelindung Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Dewan Pakar  Dr. Ir. Samiah, MS, Ir. Yusak Mariyunianta, MS, Ir. Jahela, Dr. Ir. M. Idris, MS, Wahyudi, S.Kom. Sedangkan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) selaku Ketua Ir H Soekirman, Sekretaris Ir. Ridwan Efendi Gultom, M.Si dan Bendahara Ir.Desnawati.

Turut serta juga dalam acara, Sekjen Perhiptani Pusat Lamhi Hutahuruk, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian  Medan, Bitra Indonesia, serta para pengurus Perhiptani Sumut lainnya. MC Sergai/vivi

345 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *