Bupati Sergai Terima Audiensi Yayasan Pelestari Budaya Batak 

Sei Rampah,

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman menerima audiensi Yayasan Pelestari Kebudayaan Batak (YPKB) di ruang rapat Bupati, Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Selasa (17/3/2020).

Turut mendampingi Bupati, Asisten Ekbangsos Ir. H. Kaharuddin, Kadis Pendidikan Sergai Drs. Jhoni Walker Manik, MM, Kadis Poraparbud Sudarno, S.Sos, Kadis Lingkungan Hidup Panisean Tambunan.

Sekertaris YPKB  M. Tansiswo Siagian yang hadir beserta pengurus lainnya menyampaikan pembentukan YPKB bermula dari adanya group media sosial “Palambok Pusupusu” merupakan perkumpulan di media sosial yang concern terhadap pelestarian bahasa Batak melalui tulisan.

Lebih lanjut Tansiswo Siagian menceritakan terkait pembentukan Yayasan ini dikarenakan adanya keresahan terhadap kelestarian kebudayaan Batak di era modernisasi saat ini. “ Seperti yang terjadi di kampung sekarang anak-anak sudah mulai berbahasa Indonesia. Padahal, kalau dulu kita ke kampung itu, anak-anak kampung selalu berbahasa Batak, meskipun di sekolah memang tetap berbahasa Indonesia. Tapi, bahasa sehari-harinya tetap bahasa Batak,” ujar Tansiswo.

Tak lupa juga Sekretaris YPKB mengucapkan terimakasih kepada Bupati Sergai yang telah menyambut baik kedatangannya beserta rombongan sekaligus mengundang Bupati pada acara yang akan digelar oleh YKPB pada tanggal 6-7 Juni 2020 mendatang.

Dalam hal ini, Bupati akan didapuk sebagai Penasehat YPKB Sumatera Utara. Bupati Sergai Ir H Soekirman dinilai sebagai pemimpin daerah yang peduli terhadap budaya. Hal ini dapat dinilai dari keberhasilannya dalam melestarikan berbagai budaya dan bukan hanya budaya Batak, akan tetapi terhadap budaya lainnya.

“Semua itu terbukti dengan penghargaan tingkat nadional yang prestisius diraih oleh Bupati Soekirman,” ungkapnya.

 Menanggapi pernyataan Sekretaris YPKB, Bupati Sergai Ir H Soekirman merasa bersyukur dengan kehadiran YPKB. ” Sebagai pemerhati budaya YPKB melestarikan kebudayaan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga setiap budaya yang ada di daerah tidak punah,” terang Bupati.

Bupati menyebut bahwa budaya sebagai kearifan lokal dan peninggalan budaya saat ini hampir punah. Oleh karenanya budaya yang ada harus terus di sosialisasikan dan dijaga sehingga terpelihara sampai ke anak cucu kita di kemudian hari nanti.

Mengakhiri sambutannya Bupati berpesan kepada seluruh pengurus YPKB yang hadir agar tetap menjaga solidaritas dan kebersamaan demi menjunjung tinggi adat budaya yang merupakan warisan leluhur kita, pungkasnya. MC Sergai/vivi/rini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *