Sinergitas Pemkab Sergai – Pemprovsu dan Kelompok Tani Atasi Hama WBC

Pegajahan,

Aksi Gerakan Pengendalian (Gerdal) wereng batang cokelat (WBC) kembali dilakukan lewat kerja sama Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) dan Kelompok Tani Lokal “Sukamaju”, pada hari Rabu 1 Juli 2020 lalu. Kegiatan ini adalah lanjutan dari agenda sebelumnya pada 29 Juni 2020 dan bertujuan sebagai langkah proteksi terhadap sektor produksi pertanian di Sergai, kata Kepala Dinas Pertanian Sergai Radianto, SP, MMA di Ruang Kerjanya Desa Sei Rejo Kecamatan Sei Rampah, Jumat (3/7/2020) pagi.

“ Sebagai salah satu daerah yang menjadi lumbung padi tingkat provinsi, tentu perlu dilakukan langkah pencegahan dan perlindungan produksi pertanian di Sergai untuk memastikan pasokan pangan bagi masyarakat Sumut dapat terus terjaga, apalagi dalam situasi bencana nasional pandemi Covid-19 seperti saat ini,” jelasnya.

Aksi ini, kata Radianto, didasarkan pada hasil pengamatan yang dilaksanakan oleh Petugas Pengamat Hama Penyakit (PHP) yang secara intensif menelaah dan melaporkan kondisi lahan pertanian di beberapa  kecamatan. “Khusus serangan wereng di Desa Bingkat, masih dalam kategori ringan dengan 80 ekor per rumpun padi usia tanam 50-60 hari. Kendati demikian, para petani tetap disarankan melakukan penyemprotan langsung ke pertanaman padi,” sebutnya lagi.

Selain itu Radianto berharap meskipun kondisi saat ini masa pandemi, tidak menjadi penghalang bagi petani dan para petugas pertanian untuk tetap berproduksi dan pemerintah melalui Kementerian Pertanian, terus memantau dan membantu jika ada kesulitan. “Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa pangan harus tetap menjadi prioritas meskipun ada pandemi, dan pangan merupakan basic utama. Inilah yang komitmen Pak Menteri, produksi dan kesejahteraan petani harus dijaga,” katanya.

Petani Organik Terima Bantuan

Di kesempatan yang sama, Dinas TPH Provsu juga memberikan apresiasi kepada salah satu petani asal Kecamatan Pegajahan, Sugiran, yang memilih beralih ke tanaman secara organik.

“Kami mengapresiasi keberanian Bapak Sugiran yang mencoba memulai usaha tani yang menghasilkan produk beras sehat dan berkualitas lewat pertanian organik,” sebut Mariono, Kepala Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PTPH) Dinas TPH Provsu.

Bantuan yang diserahkan berupa satu kotak bio insektisida Metarizep dan Bio Fungisida Primadeco. Dijelaskannya, Metarizep merupakan insektisida ramah lingkungan dengan bahan aktif metarizium dan beuveria basiana yang berfungsi untuk mengendalikan hama WBC dan walang sangit pada tanaman padi sawah. Sementara Bio Fungisida Primadeco adalah fungisida ramah lingkungan dengan bahan aktif bakteri stremycetes dan bakteri geobacillus yang berfungsi sebagai pengendali penyakit blas dan kresek pada tanaman padi sawah.

“Bila menemukan kendala dalam melakukan usahatani padi organik, silakan Pak Sugiran bertanya kepada petugas PPL atau pun PHP yang ditempatkan di wilayah ini,” demikian keterangan dari Kadis Pertanian Sergai.(Mc/Sergai/Nurul/Ardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *