Ancaman Covid-19 Masih Tinggi, Masyarakat Sergai Wajib Taat Prokes

Sei Rampah,

Awal tahun 2021 mesti dilalui lewat jalan terjal dalam usaha menuntaskan tantangan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Disampaikan oleh Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sergai, Drs. H. Akmal, AP, M.Si ketika ditemui di ruang kerjanya di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sergai, Rabu (03/01/2021), angka paparan virus asal Wuhan per Januari 2021 melonjak cukup tinggi. Tercatat, ada 89 kasus konfirmasi baru.

“ Bahkan dalam periode 8 hari mulai tanggal 26 Januari sampai 01 Februari saja, ada 22 warga kita yang dikonfirmasi positif mengidap SARS-CoV-2. Dan ini ditambah pula dengan 1 warga yang dinyatakan meninggal dunia,” katanya.

Akmal kemudian merinci, penambahan kasus pada rentang waktu delapan hari itu dimulai pada tanggal 26 Januari saat 3 warga diinfokan tertular Covid-19. Ketiganya berasal dari 3 kecamatan berbeda yaitu inisial ABS (Lk, 40) asal Tebing Syahbandar, M (Lk, 51) dari Dolok Masihul dan IK (Lk, 47) yang merupakan warga Teluk Mengkudu.

Dilanjutkan Akmal, pada tanggal 27 Januari bertambah lagi 1 warga asal Sei Rampah inisial E (Lk, 57), kemudian tanggal 28 Januari sebanyak 3 orang yaitu inisial AMA (Lk, 1) asal Sei Bamban, P (Pr, 57) dari Sei Rampah serta S (Lk, 47) yang adalah warga Tebing Tinggi.

Belum berhenti, sebut Jubir Satgas, tanggal 29 Januari ada penambahan lanjutan sebanyak 6 warga dengan rincian 3 warga Sei Rampah yaitu inisial MLT (Pr, 43), RH (Pr, 55) dan ROS (Pr, 28), serta masing-masing satu orang warga asal Silinda, Perbaungan dan Tanjung Beringin inisial GVA (Pr, 35), MM (Pr, 83) dan SA (Pr, 55).

“ Penambahan kasus terbanyak terjadi pada tanggal 31 Januari karena di hari itu ada 8 warga kita yang positif Covid-19. Mereka adalah inisial DP (Lk, 44), ESS (Lk, 31), JD (Lk, 28), DIH (Lk, 39) serta HHH (Pr, 37) yang kesemuanya warga Sei Rampah, lalu LS (Pr, 45) warga Kotarih, RG (Lk, 37) domisili di Tebing Syahbandar dan AB (Lk, 48) warga Perbaungan. Terakhir pada tanggal 01 Februari ada 2 warga yang terkonfirmasi lagi yaitu inisial MN (Lk, 55) domisili di Sei Rampah dan PA (Pr, 35) warga yang tinggal di Silinda,” paparnya.

Sedangkan warga yang meninggal dunia, Akmal menyebut yang bersangkutan merupakan warga Pegajahan berinisial M (Lk, 69). “Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Kami tentu berharap tidak ada lagi warga Sergai yang jadi korban akibat virus Covid-19. Semoga ini yang terakhir,” tuturnya.

Satgas Tetap Kerja Maksimal, Angka Pasien Sembuh Juga Bertambah

Walau diwarnai dengan angka kasus konfirmasi yang tinggi, warga Sergai yang sembuh dari Covid-19 pun bertambah cukup banyak.

Dirinya menyebut, dalam rentang waktu yang sama 21 warga Sergai dikabarkan bebas dari Corona.

“ Teluk Mengkudu jadi daerah asal terbanyak warga yang sembuh dengan jumlah sebanyak 6 warga. Lalu disusul 5 orang dari Tebing Syahbandar, 4 warga Sei Rampah, 3 Dolok Masihul dan masing-masing 1 orang dari Kecamatan Sipispis, Sei Bamban dan Perbaungan,” ucapnya.

Kondisi terkini ini, jelas Akmal, membuat Sergai ada di zona kuning dalam peta sebaran Covid-19 nasional atau berada pada daerah berisiko rendah dan tingkat penyebaran terkendali serta tetap ada kemungkinan transmisi.

“ Total keseluruhan warga Kab Sergai yang positif covid-19 sebanyak 432 kasus dengan rincian 356 telah sembuh, 55 orang kasus konfirmasi sedang dalam isolasi mandiri maupun perawatan di RS rujukan dan 21 orang meninggal dunia,” sebutnya.

Akmal mengimbau masyarakat tidak menganggap sepele protokol kesehatan, walaupun Covid-19 dapat disembuhkan, akan tetapi potensi dan risiko buruk dari pandemi ini juga besar.

 “Vaksinasi bukanlah cara tunggal dalam menuntaskan permasalahan pandemi. Masyarakat juga di saat bersamaan harus ikut bersinergi dengan cara menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak serta menghindari kerumunan. Tanpa itu semua, kita akan menghadapi kesulitan dalam jangka panjang, bukan saja risiko kesehatan namun juga dampak perekonomian,” pungkasnya.(MC/Sergai/Ardi/Vhichan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *