Cegah Lonjakan Covid-19 Saat Lebaran, Pemkab Sergai Larang ASN dan Masyarakat Lakukan Mudik

Sei Rampah,

            Sebagai upaya dalam pencegahan pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19), Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Darma Wijaya melarang seluruh Masyarakat dan ASN di lingkungan Pemkab Sergai untuk mudik lebaran Idulfitri 1442 Hijriah dan libur panjang.

            “Larangan tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 serta Surat Edaran Bupati Sergai Nomor 18.2/443/2648/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Selama Bulan Suci Ramadan dan Libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 di Kabupaten Sergai,” kata Sekretaris daerah Kabupaten (Sekdakab) H M Faisal Hasrimy, AP, M.AP disela-sela rutinitasnya di Komplek Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Senin (3/5/2021).

            Pelarangan mudik tersebut bukan tanpa sebab, melainkan demi keselamatan seluruh masyarakat Tanah Bertuah Negeri Beradat serta untuk mempersempit kasus Covid-19.

            “ Kami berharap seluruh ASN dan masyarakat yang berada di luar daerah untuk sementara tidak melakukan mudik lebaran. Agar niat baik untuk bersilaturahmi ditunda dulu demi memutus pandemi. Hendaknya kita dapat mengambil sikap dan seluruh masyarakat memahami kondisi saat ini,” ujar Faisal.

               Terkait dengan Surat Edaran Bupati, Sekda menyebut bahwa selama bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri, agar masyarakat meningkatkan protokol kesehatan. Kemudian kepada OPD, Forkopimcam, Kades dan Lurah agar memperketat mobilitas kendaraan umum dan pibadi jelang Idulfitri di pintu masuk antar kecamatan. Sementara untuk Camat, Kades/Lurah, lanjut Faisal, agar melaksanakan pengetatan dalam memberikan persyaratan bagi masyarakat untuk keluar kota pada bulan suci Ramadan dan hari raya Idulfitri serta masing-masing tetap berpedoman pada SE Ketua Satgas Covid-19 .

            Selanjutnya, kepada seluruh ASN, TNI, Polri, unsur BUMN/BUMD yang akan melakukan perjalanan ke luar kota selama bulan suci Ramadan dan Idul Fitri wajib melampirkan print out Surat Izin Perjalanan Tertulis dari Pejabat Eselon II dengan tanda tangan basah/elektronik pimpinan.

            Tak hanya itu saja, bagi unsur BUMN/BUMD dan Organisasi Pengelola Angkutan dalam melaksanakan operasional agar meningkatkan fasilitas protokol kesehatan serta peningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan. Begitupun dengan pegawai swasta yang akan melakukan perjalanan ke luar kota harus memiliki izin perjalanan tertulis dari pimpinan/atasan tertinggi, beber Faisal.

            Terakhir, unsur Forkopincam, Pemerintah Desa dan Lurah agar meningkatkan optimalisasi fungsi Posko Covid-19 sesuai wilayah kerja masing-masing dan semuanya tetap berpedoman pada SE Ketua Satgas Covid-19.

            “ Ini bukan persoalan yang main-main, saya mengajak semua elemen untuk bersinergi dalam melakukan berbagai upaya demi mempersempit jaringan peredaran pandemi di Tanah Bertuah. Saya tegaskan agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dengan melakukan 5M, yaitu Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak, Mengurangi aktivitas diluar rumah dan Menjauhi kerumunan,” tegas Faisal. (MC/Sergai/Rini/Ardi/Chan/Vivi)

349 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *