TPID Sergai Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah

Sei Rampah,

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) yang diwakili oleh Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Sosial (Ekbangsos) Drs. Azrul Aziz Siregar mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Fasilitasi Penyusunan Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2022-2024, yang digelar secara virtual di Ruang Rapat Sekdakab Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Rabu (17/11/2021).

Asisten Ekbangsos menerangkan, sesuai dengan paparan yang disampaikan oleh Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Dr. Sugeng Hariyono, berdasarkan hasil penelitian, karakteristik inflasi di Indonesia masih cenderung bergejolak yang terutama dipengaruhi oleh sisi suplai (penawaran) berkenaan dengan gangguan produksi, distribusi maupun kebijakan pemerintah. Karakteristik tingkat inflasi yang kurang stabil di Indonesia ini, sebutnya, menyebabkan deviasi yang lebih besar dari proyeksi inflasi tahunan oleh Bank Indonesia (dibanding deviasi antara realisasi inflasi dan target bank sentral di negara lain).

“ Sesuai dengan arahan Presiden RI Bapak Ir. Joko Widodo, penting untuk memanfaatkan momentum pandemi untuk mengakselerasi digitalisasi UMKM pangan hulu-hilir. Ada beberapa aksi yang dapat dilaksanakan untuk mendorong peningkatan peran UMKM pangan melalui optimalisasi digitalisasi untuk mendukung pemulihan ekonomi dan stabilitas harga pangan, yaitu menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga, proaktif mendorong sektor ekonomi yang tumbuh produktif di tengah pandemi dan meningkatkan nilai tambah sektor pertanian,” paparnya.

Dirinya kemudian melanjutkan, kondisi inflasi nasional pada September 2021 terjadi deflasi sebesar 0,04% month-to-month (mtm) atau 1,60% year-on-year (yoy). Meskipun mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya (1,59% yoy), akan tetapi realisasi inflasi bulan September 2021 masih berada di bawah kisaran sasaran inflasi 2021 (3%±1%).

“ Sesuai keterangan yang disampaikan oleh Pak Sugeng, peningkatan inflasi inti yang masih terbatas menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat masih terganggu/terbatas di tengah mulai diberlakukannya pelonggaran PPKM di sejumlah daerah. Kebijakan pengendalian inflasi ke depan masih perlu extra effort untuk tidak hanya fokus pada stabilitas harga, namun juga mendukung program pemulihan ekonomi utamanya penguatan daya beli masyarakat,” ucapnya.

Masih mengutip pernyataan Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, di masa normal, tantangan pengendalian inflasi muncul dari berbagai komponen serta kelompok pengeluaran. Dapat dilihat bahwa pada tahun 2018-2019 komponen Administered Price masih menjadi salah satu penyumbang inflasi, yang biasanya datang dari dinamika berbagai tarif angkutan serta penyesuaian energi. Selain itu, inflasi juga disumbang dari komponen inti dan kelompok pengeluaran turunannya yang cenderung persisten.

“ Namun demikian, di masa pandemi di tengah berbagai stimulus kebijakan pemerintah, komponen AP relatif stagnan dan komponen inti pun mengalami periode penurunan yang cukup panjang, terdorong dari kontraksi permintaan selama pandemi. Sehingga, dapat dilihat bahwa perkembangan inflasi selama pandemi cenderung didrive oleh komponen inflasi VF. Volatilitas harga pangan sendiri salah satunya dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas hortikultura,” katanya.

Terakhir, dirinya menjelaskan rekapitulasi evaluasi program kerja peta jalan TPID 2019-2021 tergabung dalam 4K yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.

“ Program strategis dalam mewujudkan hal tersebut antara lain stabilisasi harga, mengelola permintaan, memperkuat produksi, memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah, pengelolaan ekspor-impor, memperkuat kelembagaan, mendorong Kerja Sama Daerah, meningkatkan infrastruktur perdagangan, memperbaiki kualitas data dan memperkuat koordinasi pusat dan daerah,” tandasnya.

Hadir secara virtual dalam kegiatan ini Kepala Sub Direktorat Perindustrian dan Perdagangan, Nyimas Dwi Koryati, SE., M.Si dan hadir secara langsung Kepala Dinas Kominfo Sergai Drs. H Akmal, AP, M.Si, Kabag Perekonomian Setdakab Sergai Rosdelimawati, SE, Sekretaris Dinas Perhubungan Subkhan Ikhsan Siregar, S.Si.T, Sekretaris Dinas Satpol-PP Sergai Nasruddin Nasution,S.Sos, M.Si, dan perwakilan OPD. (MC/Sergai/Rini/Ardi/Chan/Vivi/Juli)

286 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *