Wabup Sergai : Lembaga Adat Mitra Pemerintah Dalam memberdayakan, Melestarikan dan Mengembangkan Budaya Lokal

Perbaungan,

Wakil Bupati Serdang Bedagai (Wabup Sergai) H Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, M.SP menghadiri acara Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan, Lembaga Adat dan Masyarakat Hukum Adat bertempat di Wisma Amerta Kecamatan Perbaungan, Kamis (18/11/2021).

Dalam sambutannya,Wabup Sergai menyebut jika keberadaan lembaga tersebut telah diatur melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 18 Tahun 2018 Tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa.

“ Dalam pasal 13 ayat (3) juga dinyatakan jika Bupati/Walikota dapat melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pembentukan, pemberdayaan desa dan pendayagunaan lembaga kemasyarakatan desa (LKD) serta lembaga adat desa (LAD) sebagai mitra pemerintah desa di wilayahnya. Oleh karena itu, lembaga adat harus menjadi penghubung antara pemerintah dengan masyarakat umum,” kata Wabup dihadapan hadirin antara ian OPD terkait dan masyarakat pemuda adat/lembaga kemasyarakatan.

Lebih lanjut disampaikannya, era digitalisasi saat ini derasnya arus masuk informasi termasuk (budaya luar) sangat kuat mempengaruhi. Dengan demikian tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat kita khususnya generasi muda banyak terpengaruh dengan budaya-budaya luar yang akan mengancam eksistensi dan karakter kita sebagai suatu bangsa, ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah desa dan lembaga adat desa harus bersinergi sebagai wadah yang menghimpun, mengarahkan dan mengkordinasikan berbagai kegiatan yang ada di desa dan menjadi benteng moral ahlak masyarakat. “ Lembaga adat juga merupakan organisasi yang berkedudukan sebagai lembaga kemasyarakatan dan menjadi mitra pemerintah dalam hal ini diwakilkan oleh perangkat-perangkat desa untuk memberdayakan, melestarikan dan mengembangkan adat istiadat lokal.

“ Hal ini agar adat-istiadat lokal itu dapat terus dilestarikan dan disertakan dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintahan, kemasyarakatan dan pembangunan hingga  di tingkat lingkungan desa,” ucap Wabup.

Diterangkan juga jika pemberdayaan pada desa yang ia maksud adalah untuk memperkokoh fungsi dan peran lembaga adat desa sebagai wadah sekaligus fasilitator pengelolaan sumber pemberdayagunaan desa dengan acuan nilai norma tradisi dan budaya kearifan lokal, jelasnya.

Diakhir sambutannya,Wabup Adin Tambunan berpesan jika kegiatan masyarakat hendaknya dijadikan sebagai wadah dalam merumuskan hal-hal baru yang belum pernah disepakati. Terkait hukum adat yang dihasilkan dari rekomendasi-rekomendasi para tokoh adat yang ada di wilayah desa, kedepan akan dikaji secara mendalam tentang pedoman dalam menyelesaikan berbagai persoalan di desa dan hasilnya dapat diterima secara umum oleh seluruh lapisan masyarakat luas, pungkas Wabup Adlin Tambunan. (MC/Sergai/Rini/Ardi/Chan/Vivi/Juli)

361 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *