Pemkab Sergai Terima Kunjungan Studi Banding DPRK Pidie Jaya

Sei Rampah,

 

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Ir. H. Kaharuddin, MM, menerima kunjungan studi banding Dewanp Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten (DPRDK) Pidie Jaya, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Rabu (1/12/2021).

 

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum, Bupati Sergai mendeskripsikan beberapa informasi umum terkait Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat ke para legislator asal Kabupaten Pidie.

 

“Kabupaten Sergai luas wilayahnya sekitar 190 ribu hektar yang terbagi ke dalam 17 Kecamatan dan 243 Desa/Kelurahan. Sergai sendiri memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan usaha di bidang pertanian dan perkebunan. Dengan luas lahan sawah 31.248 Ha di mana terdiri dari sawah beririgasi seluas 26.317 Ha dan tidak beririgasi 4.931 Ha,” papar Bupati.

Fakta tersebut, lanjut Bupati, menjadikan Sergai sebagai salah satu lumbung beras di Provinsi Sumatera Utara dan ini makin didukung dengan produksi padi Kabupaten Sergai dari tahun ke tahun yang terus meningkat, dan pada tahun 2020 mencapai sebesar 297.347 ton yang menghasilkan beras sebanyak 189.351 ton. Dengan kebutuhan kabupaten yang ada di angka 84.304 ton, sebutnya, maka ada surplus sebanyak 105.046 ton.

 

“Namun kami tetap bekerja keras untuk terus meningkatkan produktivitas dan produksi dengan berbagai upaya, mulai dari penyiapan lahan, pengairan, benih unggul, pemupuan berimbang dan pasca panen. Selain sebagai sentra beras, Kabupaten Sergai juga mulai dikenal sebagai sentra benih padi di tingkat provinsi di mana pemasarannya sudah dilakukan sampai keluar daerah. Ini didukung dengan adanya 13 penangkaran padi di Sergai,” ungkapnya.

 

Bang Wiwiek, sapaan akrab Bupati, menyebut tantangan yang dihadapi dalam pembangunan sektor pertanian adalah alih fungsi lahan sawah, kerusakan fisik tanah, semakin menurutnya tingkat produktivitas padi, meningkatnya serangan hama dan dampak iklim global.

 

Untuk itu, dia menyebut jika Pemkab Sergai mulai memperkenalkan berbagai teknologi pertanian yang ramah lingkungan seperti pertanian berkelanjutan, sistem pertanian terpadu atau sistem integrasi padi ternak dan pertanian organik.

 

“Sergai juga punya sub sektor perkebunan yang cukup besar. Dari seluruh wilayah kabupaten, 83 ribu hektar merupakan lahan hak guna usaha perkebunan. Perkebunan ini didominasi kelapa sawit dengan porsi 65%. Sisanya diisi oleh tanaman karet, kelapa dan kakao,” rincinya.

 

Bupati menegaskan, sektor pertanian tentunya tidak bisa bekerja sendiri namun harus didukung oleh instansi terkait.

 

“Tersedianya semua sarana dan prasaran yang dibutuhkan harus didukung pula oleh sumber daya manusia yang handal, yaitu unsur teknis dari Dinas Pertanian dan Penyuluh serta Pengamat Hama Tantaman untuk mengawal perkembangan hama dan penyakit tanaman,” tandasnya.

 

Sementara itu Wakil ketua DPRK Kab. Pidie Jaya Hasan Basri, S.T. MM, menyampaikan jika Kabupaten Sergai merupakan kabupaten yang menjadi pilot project bagi kabupaten baru.

 

“Sama dengan Sergai, Kabupaten Pidie Jaya juga termasuk masih muda, yaitu lahir melalui UU No.7 Tahun 2007, pada 02 Januari 2007. Luas Kabupaten Pidie Jaya lebih kurang 1.162 persegi dan jumlah penduduk 157.588 jiwa. Kabupaten Pidie Jaya memiliki 8 Kecamatan, dengan 222 Desa atau Gampong,” jabarnya.

 

Dirinya melanjutkan, mayoritas masyarakat Pidie Jaya berprofesi sebagai petani dan nelayan karena secara geografis letaknya berada di area pesisir dan lahan pertanian.

 

“APBD Tahun 2022 sebesar 986 Miliar, dengan pendapatan asli daerah yang ditargetkan sebesar 106 Miliar. Ini jumlah yang tentu tergolong sedikit sehingga kami merencanakan untuk melakukan pemotongan anggaran dinas agar bisa dialihkan untuk program kesejahteraan masyarakat,” ucapnya lagi.

 

Hasan Basri menyebut, Kabupaten Pidie Jaya termasuk salah satu daerah termiskin di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, sehingga pihaknya berharap lewat kunjungan ini salah satunya bisa dijalin kerja sama dan pertukaran ilmu dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

 

“Kami berharap lewat pertemuan ini dan diskusi yang terjalin, ada hal baik yang bisa kami pelajari dan bawa pulang dari hal-hal baik yang telah dilakukan oleh Kabupaten Sergai,” harapnya.

 

Ikut hadir dalam kegiatan ini para Staf Ahli dan Kepala OPD, dan rombongan anggota DPRK Pidie Jaya.(MC/Sergai/Rini/Ardi/Juli/Vivi/Chan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *