Citpo Budoyo, Penjaga Budaya Reog di Sergai

 Kesenian Reog adalah salah satu jenis kesenian tradisional yang bersal dari Jawa Timur. Sebuah seni pertunjukan yang sangat kental dengan hal-hal berbau mistik dan ilmu kebatinan yang diketahui berasal dari Kabupaten Ponorogo, oleh karena itu lebih populer dengan sebutan Reog Ponorogo.

            Reog dalam bentuk penyajian memiliki beberapa unsur yaitu teater, musik dan tari, ketiga unsur tersebut dikemas dalam suatu pertunjukan seni. Para pemain dalam pertunjukan reog memiliki perannya masing-masing, di antaranya “Singobarong” sebagai jelmaan seekor singa atau harimau buas yang memiliki kekuatan sakti. “Jatilan” merupakan prajurit berkuda, “Patih Bujang Ganom” memiliki peran sebagai orang kepercayaan Raja Prabu Klono Suwandono dan memiliki kesaktian yang tinggi, “Warok” seorang penasehat yang juga memiliki kesaktian dan “Prabu Klono Suwandono” sosok raja yang terkenal dan disegani rakyat.

            Di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), ada sebuah sanggar kesenian yang bernama Cipto Budoyo yang sangat eksis melakukan pertunjukan kesenian Reog baik dalam daerah hingga di berbagai daerah di luar kabupaten.

            Pada umumnya pertunjukan reog itu sendiri memiliki beberapa instrument music yang digunakan, namun berbeda sanggar Cipto Budoyo memiliki penambahan seperti gamelan konvensional. Lalu dari kostum yang digunakan juga berbeda dengan pertunjukan Reog pada umumnya, sanggar Cipto Bodoyo memiliki kostum atau aksesoris tambahan yang lebih banyak secara kuantitas. Dapat disimpulkan pertunjukan Reog ponorogo oleh sanggar Cipto Budoyo lebih variatif.

            Jenis pertunjukan kesenian Reog Ponorogo dari sanggar Cipto Budoyo belakangan ini menjadi primadona seni pertunjukan bagi masyarakat dalam berbagai perhelatan kebudayaan yang diselenggarakan oleh masyarakat Jawa di Sumatera Utara. Perhelatan kebudayaan yang dilakukan antara lain pada perayaan hari-hari nasional, perayaan pesta pernikahan, perayaan ritual keadatan Jawa, dan perhelatan peresmian-peresmian institusi baik swasta maupun institusi negeri.

            Sanggar Cipto Budoyo di Kecamatan Perbaungan adalah sebuah sanggar yang bergerak dalam bidang kesenian tradisional Jawa sejak tahun 2014. Keberadaanya di Perbaungan diawali ketika Guntoro mulai merintis menghidupkan kesenian Jawa sejak tahun 2014 dengan berbekal keahlian seni tari Jawa yang didapat dari lingkungan keluarga.

            Guntoro adalah anak kedua dari seorang ibu yang berpropesi sebagai seorang penari Jawa. Keahliannya dalam menari dan bermain karawitan didapatkan dari kakeknya yang juga seorang empu kebudayaan Jawa di Sumatera Utara.

            Nama Cipto Budoyo bukanlah nama yang baru tetapi meneruskan kembali nama sebuah sanggar yang dulu pernah ada di Medan dan dipimpin oleh kakeknya yang bernama Mbah Sari. Sanggar ini telah lama vakum sejak kematian kakek dan ibunya ditahun 1990-an. Atas keinginan dan keuletannya yang kuat, akhirnya ia berhasil menghimpuan kekuatan dan menghidupkan kembali sanggar Cipto Budoyo di daerah Perbaungan.

            Sanggar ini telah beberapa kali mendapat suntikan dana dan bantuan sumbangan perlengkapan kesenian Jawa seperti instrumen musik dan kostum yang dibutuhkan. Sumbangan tersebut bukan didapatkan begitu saja, tetapi karena keaktifan dan keseriusan sanggar ini yang dipandang layak untuk mendapatkannya.

            Sejak tahun 2014 hingga saat ini, sanggar Cipto Budoyo telah banyak memperoleh prestasi, sehingga dalam hal ini menjadi satu alasan mengapa sanggar ini mendapat perhatian yang khusus. Berbagai evant kebudayaan yang telah mereka ikuti, di antaranya meliputi berbagai festival kebudayaan yang ada di Sumatera Utara hingga ke provinsi Aceh dan Riau. Selain itu setiap bulan mereka selalu medapat undangan untuk pentas pertunjukan Reog Ponorogo dari mulai acara resepsi pernikahan, sunatan dan acara ritual kebudayaan Jawa lainnya dan perayaan hari-hari besar lainnya.

            Untuk undangan pementasan yang meliputi kampung-kampung tempat tinggal orang Jawa yang ada di sekitar desa-desa di Kabupaten Serdang Bedagai, Deli Serdang, Simalungun, Asahan, Medan, Binjai, Langkat hingga daerah-daerah lainya. Selain itu sanggar Cipto Budoyo juga sering diundang dalam perhelatan kebudayaan di kampus-kampus besar yang ada di Sumatera Utara Seperti Unimed, UMSU bahkan instansi pemerintah lainnya seperti Taman Budaya Sumatera Utara, Dinas Pariwisata dan yang lainya.

            Pada umumnya masyarakat Jawa pendukung kesenian Reog Ponorogo di Kecamatan Perbaungan dan daerah lain merasa sangat senang dengan adanya kesenian Reog ini. Keberadaan kesenian Reog Ponorogo sangat disenangi oleh masyarakat dari mulai yang berusia sangat muda hingga orang tua. Hal ini dibuktikan dengan selalu ramainya masyarakat yang ikut mononton bila ada pertunjukan Reog di kampung mereka…..(dikutip dari berbagai sumber/ISL).

3.645 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *