Bahas Perkembangan Covid-19, Pemkab Sergai Ikuti Aarahan Virtual Gubsu

Sei Rampah,

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya yang diwakili Kadis Kesehatan Selamat Hartono, SKM, MKM dan Kadis Pendidikan Suwanto Nasution SPd, MM, menyaksikan arahan virtual Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, di Ruang Sekdakab, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Senin (7/2/2022). Arahan virtual ini terkait kesiapan Rumah Sakit di Sumatera Utara dalam menghadapi lonjakan kasus Covid-19 & evaluasi pembelajaran tatap muka terbatas serta surveilans kasus konfirmasi Covid-19 melalui “active case finding” di institusi pendidikan di Sumatera Utara.

Dalam keterangannya, Kadis Kesehatan Selamat Hartono menyebut ada beberapa poin penting yang disampaikan oleh Gubernur Sumut dalam arahannya tadi.

“Yang paling utama adalah antisipasi serius menghadapi lonjakan kasus Covid-19, apalagi dengan adanya varian Omicron yang disebut-sebut penularannya 4 kali lebih cepat dibanding Delta,” ucap Selamat Hartono.

Dirinya menyebut dari data terbaru, untuk wilayah Sumatera Utara, kasus konfirmasi aktif sebanyak 1.427 dengan update terakhir terjadi penambahan sebanyak 245 kasus baru.

Masih lanjut Kadis Kesehatan, dalam strategi penanganan pandemi, 3 aspek mesti dipenuhi yaitu deteksi, teraupetik dan vaksinasi. Ia merinci, untuk deteksi mesti dilakukan peningkatan tes epidomologi, kemudian pelacakan terhadap kontak erat juga perlu ditingkatkan dengan melibatkan Babinsa/Bhabinkamtibmas, selanjutnya surveilans genomik di daerah-daerah berpotensi lonjakan kasus, dan terakhir penguatan surveilans di pintu masuk negara.

Untuk aspek terapeutik, ucapnya, perlu dilakukan pemenuhan suplai oksigen, alkes dan SDM. Lalu perlu juga dilakukan pengarahan tenaga cadangan, baik dokter internship, koas, dan mahasiswa tingkat akhir. Kemudian pengetatan masuk RS di mana diprioritaskan hanya kasus sedang, berat, dan kritis serta meningkatkan pemanfaatan isolasi terpusat.

“Terakhir untuk vaksinasi, Gubernur mengarahkan agar alokasi vaksin ke daerah-daerah mencukupi. Selain itu tersedia sentra vaksinasi yang mudah dijangkau untuk meningkatkan partisipasi. Pelaku perjalanan juga perlu disyaratkan memiliki kartu vaksinasi. Dan terakhir, yang tak kalah penting, daerah mesti melaksanakan percepatan vaksinasi dan mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan,” jabarnya.

Sementara itu, Kadis Pendidikan menyebut ada 10 arahan Gubernur Sumut dalam pengendalian penyebaran virus Covid-19, terutama varian Omicron, di Sumut, termasuk dalam cakupan dunia pendidikan.

“Pak Gubernur menyebut pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan secara hybrid (50% daring dan 50 luring) mulai Februari 2022 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut. Kemudian beliau meminta agar dilakukan surveilans epidemiologi/penemuan kasus aktif Covid-19 di satuan pendidikan. Selanjutnya, harus dilakukan penghentian PTM terbatas kalau positivity rate-nya tinggi,” terang Suwanto.

Suwanto melanjutkan, Gubernur juga meminta dilakukan SWAB RT-PCR acak kepada para pendatang dari Jakarta, Jawa, dan Bali, di bandara, pelabuhan, dan terminal bus. Kemudian dilaksanakan juga percepatan vaksinasi booster Covid-19 pada lansia dan komorbid. Protokol kesehatan juga diperketat di rumah dan tempat ibadah. Lalu jam operasional pusat perbelanjaan/mall dibatasi sampai dengan pukul 20.00 WIB.

“Gubernur juga meminta supaya isolasi terpusat tetap diaktifkan bagi pasien terkonfirmasi. Dan terakhir yang tak kalah penting adalah memberikan pelayanan telemedis kepada pasien terkonfirmasi Covid-19,” tandasnya.

Ikut menyaksikan arahan virtual ini Kabid PIKP Kamaluddin Saragih, SPdI, MSi. (Media Center Sergai).

Teks/Editor : Ardi/Rini Ry

Reporter : Irfan

Admin: Vivi

300 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *