Tanaman Tradisional bagi Masyarakat Melayu Serdang Bedagai dan Dimensi Sosiologisnya

(Bagian VIII)

Kundur

Pokok Kundur (Latin: Benincasa Hispida) memunyai daun lebar berwarna hijau dan mampu mencapai ketinggian 15 sampai 20 cm. Bunga kundur berwarna kuning dan mampu menarik serangga untuk aktivitas pembungaan seperti lebah, lalat, dan sebagainya. Buah kundur mampu membesar dan mencapai berat sehingga 10-15 kg perbijinya.

Terdapat satu lapisan putih atau lilin di bahagian luar kulit buah kundur untuk menunjukkan bahwa buah tersebut telah matang dan bisa dipetik. Pohon kundur dipercaya oleh masyarakat Melayu memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan pada semua bahagiannya. Dari biji, buah, hingga daun kundur dapat dijadikan obat untuk meyembuhkan berbagai penyakit. Pada minyak biji kundur digunakan untuk perawatan masalah kulit. Pada air buah kundur juga dapat digunakan sebagai pencuci mata yang merah dan bengkak. Pada daun kundur dapat digunakan untuk mengurangkan panas dengan cara meletakkan di dahi orang yang demam panas kompres.

Buah kundur juga banyak dijual yang dikemas dalam bentuk permen dan juga halua. Halua merupakan makanan bercorak khas budaya Melayu. Dalam kaidah Melayu Halua /Halwa adalah sejenis manisan yang terbuat dari berbagai macam buah yang tumbuh di pesisir timur Sumatera. Halua sendiri berbahan dasar buah-buahan seperti pala, pepaya, cabai, labu, wortel, daun pepaya, buah gelugur, buah renda, terong, kolang kaling, dan buah kundur. Halua kundur banyak dijual di pasar-pasar, supermarket, swalayan, dan sebagainya. Jadi pada saat acara hari-hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, dan juga pada acara resepsi seperti pernikahan, khitanan, dan sebagainya. Masyarakat Melayu biasanya menyediakan halua, karena halua merupakan kuliner budaya Melayu.

Kundur terbagi kedalam dua jenis yaitu: kundur cina dan kundur jawa. Beda di antara keduanya adalah berdasarkan keadaan kulit luar pada buahnya. Pada buah kundur cina memunyai kulit luar yang licin dan tidak berbulu. Pada buah kundur jawa memunyai kulit yang berbulu.

Renda

Renda (Latin: Carissa Carandas) adalah tumbuh-tumbuhan dengan ciri khas bergetah putih. Pohon renda tampak sangat cantik bila memiliki buah yang lebat. Daunnya yang bundar lonjong kecil-kecil berwarna hijau pekat tampak sangat indah berhiaskan buah-buahnya yang berwarna merah muda sampai merah tua kehitaman. Ditambah dengan bunganya yang berwarna putih kecil-kecil. Tampak seperti pohon hiasan yang sangat cantik. Dahannya berduri dan panjang, biasanya menjulur ke atas pohon yang lebih tinggi atau terkulai ke bawah. Daunnya bundar telur berwarna hijau tua. Rasanya asam dan manis.

Khasiat dari buah renda dapat mengobati anti kanker (dimensi biologis). Selain itu buah renda sangat diminati bila dijadikan halua.

Serai Wangi

Serai wangi (Latin: Cymbopogon Nardus) memiliki daun berwarna hijau muda. Serai wangi juga memunyai aroma yang lebih kuat jika dibandingkan dengan serai sayur. Serai wangi memiliki bunga apabila sudah matang berkisar delapan bulan.

Serai wangi digunakan secara aktif dalam dunia perobatan dan pembersihan tradisional sejak turun temurun dikarenakan manfaatnya yang baik untuk kesehatan. Bagian serai wangi yang dipercaya dapat dijadikan obat adalah batang dan daun. Beberapa khasiat dari daun dan batang serai wangi yang direbus sangat berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit misalnya, membantu mengeluarkan angin di seluruh badan, membantu melancarkan peredaran darah, dan membantu mengurangkan rasa stress dengan bau-bau haruman pati daun.

Campuran daun serai wangi pada rempah ratus yang direbus, diminum dapat dijadikan obat untuk bengkak-bengkak sendi dan otot pada tubuh, Campuran dengan rempah ratus juga memunyai khasiat untuk merawat kesehatan sistem dalaman badan bagi wanita yang baru melahirkan. Kemudian air rebusan daun serai wangi dicampurkan dengan daun sirih dan gandarusa digunakan untuk mandian bagi wanita yang baru melahirkan, supaya tidak megeluarkan bau amis, sesudah nifas. Daun ini juga banyak digunakan dalam menghasilkan minyak urut untuk mengatasi masalah kebas-kebas, gigitan serangga, dan kembung perut. Pada waktu menjelang bulan Ramadan biasanya masyarakat Melayu Sergai membersihkan diri dengan mandi air rebusan serai wangi.

Serai juga biasa digunakan untuk bumbu masakan atau sebagai rempah-rempah masakan, serai ini juga tidak terlalu wangi. Serai biasa tidak memiliki khasiat dalam perobatan seperti halnya serai wangi. Sedangkan serai wangi lebih wangi dari pada serai biasa, sebab itu serai wangi dipakai dalam perobatan untuk berbagai macam penyakit dan tidak digunakan untuk bumbu masakan. (Berbagai sumber / ISL).

3.528 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *