Tanaman Tradisional bagi Masyarakat Melayu Serdang Bedagai dan Dimensi Sosiologisnya

(Bagian VII)

Pala

Pala (Myristica Fragrans) adalah salah satu jenis tanaman rempah yang merupakan tumbuhan asli Indonesia. Tanaman ini dikenal dengan rasa getir dan pedas. Masyarakat Melayu menjadikannya sebagai salah satu tanaman obat dari tetumbuhan buah. Disebabkan buah ini memunyai multi fungsi, selain digunakan sebagai tanaman obat yang diyakini atau dipercaya memiliki kandungan gizi, buah pala juga merangkap sebagai rempah dalam masakan.

Bagian dari pala yang bisa dijadikan obat tertumpu pada buahnya. Manfaat buah pala ini berkhasiat untuk meringankan penyakit maag, masalah lambung, melancarkan pencernaan, mengurangi bengkak pada gusi dan mengobati sakit gigi, menjernihkan penglihatan/pandangan, dan penambah tenaga alami yang sangat baik. Manfaat buah dan biji pala untuk kecantikan, yaitu menghilangkan noda hitam bekas jerawat, meratakan warna kulit pada wajah, dan menjaga kulit wajah tetap lembab. Pala juga dijadikan pangan dalam bentuk halua, yakni merupakan makanan bercorak khas budaya Melayu.

Dalam kaidah Melayu halua /halwa adalah sejenis manisan yang terbuat dari berbagai macam buah yang tumbuh di pesisir timur Sumatera. Halua sendiri berbahan dasar buah-buahan seperti pala, pepaya, cabai, labu, wortel, daun pepaya, buah gelugur, buah renda, terong, kolang kaling, buah kundur. Jenis halua yang sering dijumpai dan mudah didapat adalah halua pala. Halua pala banyak dijual di pasar-pasar, supermarket, swalayan, dan sebagainya. Jadi pada saat acara hari-hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, dan juga pada acara resepsi seperti pernikahan, khitanan, dan sebagainya masyarakat Melayu Sergai biasanya menyediakan halua, karena halua merupakan kuliner budaya Melayu.

Mengkudu

Buah mengkudu (Latin: Morinda Citrifolia) merupakan buah majemuk. Buah mengkudu yang masih muda berwarna hijau dan mengkilap, tetapi bila buah mengkudu sudah tua maka warnanya putih dengan bintik-bintik hitam. Buah ini diidentifikasi dengan rasa manis dan tawar.

Masyarakat Melayu mempercayai buah ini mengandung gizi yang baik bagi kesehatan antara lain meredakan nyeri haid, mencegah pengeroposan tulang-tulang, selain itu buah mengkudu juga dapat mencegah kanker payudara. Dikarenakan buah ini dapat memberikan khasiat yang baik bagi kesehatan, sehingga buah ini masih digunakan hingga sekarang. Berdasarkan penampilan fisik buahnya, mengkudu dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu mengkudu berbiji dan mengkudu tidak berbiji. Keduanya berkhasiat sebagai obat, tetapi mengkudu tidak berbiji sangat jarang ditanam atau dikenal orang.

Nipah

Pohon nipah (Latin: Nypa Fruticans) memiliki panjang tangkai 1-1,5 m; dengan kulit yang mengkilap dan keras. Buah nipah berwarna hijau bila masih muda dan berangsur menjadi cokelat sampai cokelat tua sesuai perkembangan umurnya; bagian dalamnya lunak seperti gabus. Struktur buahnya sama seperti buah kelapa. Buah ini ada sabut, tempurung, isi dan air. Isi buah yang muda bisa dimakan dan biji benihnya yang matang sangat keras. Buah nipah ini sangat enak dimakan rasanya mirip dengan buah lontar. Batang nipah selalu terendam oleh lumpur, hanya daunnya yang muncul di atas tanah. Dari rimpangnya muncul daun-daun majemuk menyirip dan menjulang hingga 9 m di atas tanah.

Dari pohon nipah dipercaya memiliki khasiat tertumpu pada akar. Akar nipah ini dibakar hingga menjadi arang. Khasiat dari arang akar nipah adalah untuk sakit gigi. Pohon nipah juga banyak sekali manfaatnya dalam kehidupan sosial. Di antaranya, daun nipah yang disemat dengan disusun dan dijahit digunakan sebagai atap. Daun nipah yang dipotong kecil-kecil bisa digunakan menjadi rokok. Daun nipah juga digunakan untuk dinding rumah.

Nipah memiliki keanekaragaman jenis (spesies) terbagi tiga yaitu:

  1. Pokok nipah sawah memunyai bentuk tangkai yang panjang, perdu, dan pelepah serta batang yang besar dan jangka hayatnya cuma selama 3 bulan.
  2. Pokok nipah tembaga memunyai bentuk tangkai yang sederhana, perdu dan pelepah serta batang sederhana besar dan jangka hayatnya selama 2 bulan.
  3. Pokok nipah ekor tikus pula memunyai bentuk tangkai, perdu, dan pelepah serta batang yang kecil kecuali buahnya sahaja besar dan jangka hayatnya selama 28 hari sahaja boleh menghasilkan nira.

(Berbagai sumber/ISL)

2.518 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *