Tanaman Tradisional bagi Masyarakat Melayu Serdang Bedagai dan Dimensi Sosiologisnya (Bagian VI)

Kita lanjut lagi ya Sobat Ini Sergai Loh (ISL), mimin lanjut bagi-bagi info yang bermanfaat.

Legundi

Legundi atau yang dikenal juga dengan Gandasari (Vitex Trifolia) merupakan pohon semak yang memiliki batang yang ditutupi oleh bulu-bulu lembut. Daunnya bersusun beraturan sepanjang batang. Permukaan atas daun berwarna hijau dan permukaan bawahnya berwarna hijau keabuabuan. Bunganya tumbuh memanjang. Masyarakat Melayu menjadikannya sebagai tanaman obat, sebab leksikon ini memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan.

Seluruh bagian tumbuhan legundi dipercaya oleh masyarakat Melayu Sergai dipercaya oleh masyarakat Melayu Sergai dapat memberi khasiat. Akar legundi dimanfaatkan untuk pengobatan saat persalinan. Buahnya dapat dimanfaatkan sebagai obat cacing. Daunnya banyak digunakan untuk obat gatal dan alergi. Legundi juga bisa dibuat dalam bentuk jamu untuk wanita yang baru melahirkan.

Kemunting Cina

Kemunting cina (Catharanthus Roseus) memiliki daun berbentuk bulat telur, berwarna hijau, dan tersusun menyirip secara berselingan. Panjang daun sekitar 2-6 cm, lebar 1-3 cm, dan tangkai daunnya sangat pendek. Batang dan daunnya berwarna putih.

Bunganya aksial (muncul dari ketiak daun). Kelopak bunga kecil, berbentuk paku. Mahkota bunga berbentuk terompet, ujungnya melebar, berwarna putih, biru, merah jambu atau ungu. Buahnya berbentuk silinder, ujung lancip, berbulu, dan memiliki banyak biji. Daun kemunting cina digunakan untuk mengobati luka bakar. Kemunting cina biasanya tumbuh dari dataran rendah sampai ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Kemunting cina tumbuh di tempat-tempat yang terbuka, tapi tak menutup kemungkinan bisa tumbuh di tempat yang agak terlindung. Nama lain dari kemunting cina adalah mata pelandok rimba dan bunga belangkas hutan.

Buas-buas

Buas-buas (Premma Cordiflora) berwarna hijau muda dengan tangkai berhadapan. Tanaman ini memiliki daun tunggal, lebar, dan bertepi rata. Ujung daun meruncing tajam. Pokoknya tumbuh tinggi menegak. Tanaman ini punya warna hijau muda yang memiliki bunga warna putih yang berbentuk lonceng. Bunga ini memiliki bau yang sangat kuat sampai menusuk hidung yang dipercayai mempunyai nilai khasiat perobatan.

Daun buas-buas selain dipercaya oleh masyarakat Melayu Sergai memiliki nilai perobatan yang berkhasiat bagi kesehatan, daun ini juga digunakan sebagai sayuran dalam masakan masyarakat Melayu Sergai dan daun buas-buas ini juga dapat dijadikan ulam (dimakan mentah) sebagai lalapan karena rasa pucuknya manis. Masyarakat Melayu Sergai biasanya menggunakan daun buas-buas sebagai sayur utama untuk membuat anyang buas-buas. Anyang buas-buas merupakan masakan atau kuliner yang bercorak atau berbudaya khas Melayu.

Buas-buas dipercaya memiliki khasiat sebagai obat, di antaranya, bisa membuang angin dan bagi wanita menyusui dapat memperbanyak ASI. Selain dari daun buas-buas, akar dan kulit juga memiliki khasiat untuk kesehatan. Akar, kulit, dan daun buas-buas dapat dijadikan mandian bagi wanita yang baru melahirkan. masyarakat Melayu Sergai memercayai bahwa dengan mandi air rebusan daun, akar, dan batang buas-buas dapat menyegarkan tubuh dan dapat menghilangkan bau sehabis nifas. Selain itu air rebusan daun, batang, dan akar buas-buas juga dapat menghilangkan bau hanyir ikan.

Jarak

Pokok jarak (Ricinus Communis) merupakan pokok yang akarnya tumbuh dengan cepat dan bisa mencapai tinggi sebatang pokok kecil (sekitar 12 meter), akan tetapi akarnya tidak menjalar. Warnanya hijau tua dengan sedikit kemerah-merahan.

Pohon jarak dipercaya oleh masyarakat Melayu Sergai memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan. Dari daun, getah, akar, hingga bijinya dapat dijadikan obat untuk meyembuhkan berbagai penyakit. Kegunaan pada getah jarak dapat menghilangkan keputihan pada langit-langit lidah pada bayi yang menyusu. Biasanya daun jarak yang baru dipetik akan mengeluarkan getah pada tangkai daunnya. Oleskan getah itu pada lidah bayi dan keputihan akan keluar bersama air liur.

Selain itu getah jarak juga bisa digunakan untuk sakit gigi berlubang. Kegunaan pada daun jarak untuk perut kembung dan masuk angin pada perut bayi. Caranya dengan mengambil beberapa lembar daun jarak yang tua. Kemudian diganggang di atas nyala api supaya agak layu dan diolesi dengan minyak kelambir, minyak telon atau kayu putih. Setelah itu ditapal ditempelkan pada perut bagian atas dan juga bagian bawah. Jarak mudah ditemukan dan didapat, sebab masyarakat Melayu Sergai suka menanam pohon ini di pekarangan rumah. (Berbagai sumber /ISL).

13.722 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *