Tanaman Tradisional bagi Masyarakat Melayu Sergai (Bagian V)

Masih mimin lanjut ya, informasi tentang tanaman tradisional yang bermanfaat. Yuk langsung aja kita kepoin.

Pegaga

Pegaga atau yang juga dikenal dengan ‘Tapak Kuda’ (Latin: Centella Asiatica) merupakan salah satu tanaman obat. Pegaga merupakan tumbuhan herba yang menjalar, dengan daunnya yang wangi.

Selanjutnya masyarakat Melayu Sergai menjadikannya sebagai salah satu tanaman obat yang berkhasiat dan sebagai ulam, sebab rasanya yang dapat menambah selera. Ulam artinya dimakan mentah atau lalapan. Pegaga digunakan sebagai ulam ataupun dapat dijadikan jus. Ulam pegaga dimakan bersama sambal dan nasi untuk menambahkan selera makan.

Selain itu pegaga juga sebagai campuran bubur pedas. Bubur pedas merupakan masakan atau kuliner khas Melayu. Kuliner ini masih digunakan sampai sekarang khususnya pada saat bulan Ramadhan. Kuliner ini terdiri dari bahan rempah-rempah dan dedaunan yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, oleh sebab itu masyarakat Melayu Serdang Bedagai sering memasak kuliner ini agar dapat menjaga kesehatan pada saat menjalankan puasa.

Khasiat lain dari pegaga adalah untuk kecantikan wajah. Akar dan daun pegaga direbus kemudian diminum. Hal ini dilakukan untuk membuat wajah lebih berseri. Daun pegaga juga dapat menghilangkan bintik-bintik hitam di wajah.

Pegaga adalah tanaman yang tumbuh di tempat lembab dan redup. Pegaga mudah tumbuh di kawasan tanah yang subur dan agak lembab. Pegaga memiliki keanekaragaman jenis (spesies) yaitu pegaga cina atau pegaga nyonya yang berdaun kecil, pegaga daun lebar, Pegaga Kelantan, Pegaga Renek, Pegaga Salad, Pegaga Gajah, dan Pegaga Brunei.

Ulam Raja

Ulam raja atau yang juga dikenal sebagai Kenikir (Latin: King Salad) memiliki batang yang berwarna hijau tua dan sedikit keunguan. Biasanya herba ini memiliki cabang yang banyak di bahagian atas. Daunnya bergaris bentuk segi tiga dengan anak daunnya yang runcing, kesat dan berwarna hijau tua. Bunganya bertangkai panjang, berwarna kuning dan keunguan. Daun herba ini mengeluarkan bau apabila diremas. Masyarakat Melayu Sergai menjadikannya sebagai salah satu tanaman obat sebab memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan dan juga sebagai ulam “dimakan mentah sebagai lalapan‟.

Ulam raja merupakan salah satu tanaman yang bercirikan atau bercorak khas budaya Melayu, di samping itu ulam raja juga terdapat di sebagian daerah lain dan dikenal oleh suku lain. Ulam raja sebagai tanaman obat yang berkhasiat dapat menguatkan tulang. Namun keberadaan Ulam Raja ini sudah hampir punah. Walaupun begitu masyarakat Melayu Sergai masih menganggapnya sebagai tanaman obat dan dipercaya oleh masyarakat Melayu Serdang Bedagai memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan. Oleh karena itu masyarakat Melayu Serdang Bedagai diharapkan dapat menanam atau membudidayakan kembali agar terhindar dari kepunahan dan tetap digunakan dalam kehidupan sosial masyarakat Melayu Serdang Bedagai.

Legundi

Legundi atau yang dikenal Gandasari (Vitex Trifolia) merupakan pohon semak yang memiliki batang yang ditutupi oleh bulu-bulu lembut. Daunnya bersusun beraturan sepanjang batang. Permukaan atas daun berwarna hijau dan permukaan bawahnya berwarna hijau keabuabuan. Bunganya tumbuh memanjang. Masyarakat Melayu menjadikannya sebagai tanaman obat, sebab memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan.

Seluruh bagian tumbuhan legundi dipercaya oleh masyarakat Melayu Sergai dapat memberi khasiat. Akar legundi dimanfaatkan untuk pengobatan saat persalinan. Buahnya dapat dimanfaatkan sebagai obat cacing. Daunnya banyak digunakan untuk obat gatal dan alergi. Legundi juga bisa dibuat dalam bentuk jamu untuk wanita yang baru melahirkan. Oleh karena itu masyarakat Melayu Sergai masih menggunakannya karena manfaatnya yang baik untuk kesehatan sebagai tanaman obat sampai sekarang. (Berbagai sumber/ISL).

7.007 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *