Profil Desa Mangga Dua di Kecamatan Tanjung Beringin

Desa Mangga Dua, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara. Nama Desa Mangga Dua berasal dari sebuah pohon mangga yang bercabang dua dan tumbuh di perbatasan antara Desa Mangga Dua dengan Desa Nagur. Pada awalnya Desa Mangga Dua terdiri dari delapan lorong. Pada tahun 1982 Desa Mangga Dua disatukan menjadi empat dusun atas hasil musyawarah tokoh masyarakat, tokoh agama yang ada di Desa Mangga Dua.

Desa Mangga Dua terletak di daerah naungan Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Sergai. Penduduknya berkisar ± 5.003 jiwa. Desa Mangga Dua sampai sekarang terdiri dari 4 Dusun. Di setiap Dusun diberi Nama sebagai berikut:

  • Dusun I Kebun Manggis dan Kebun Kelapa
  • Dusun II terdiri dari 3 Nama yaitu: Dusun II Pasar Besar, Dusun II Pekan Selasa,
  • Dusun II Gang Tape.
  • Dusun III terdiri dari 2 Nama yaitu: Dusun III Robo dan Tanah lapang
  • Dusun IV ada 2 nama yaitu: Kebun Sayur dan Sei Lalang.

Desa Mangga Dua bukanlah desa yang termasuk desa terpencil atau pelosok, tetapi desa ini memiliki banyak penghasilan-penghasilan yang dapat membangun serta meningkatkan kualitas maupun potensi yang ada di desa tersebut, baik dari personilnya maupun sumber – sumber yang dapat dipergunakan dan dimanfaatkan, misalnya dari hasil pertanian, padi, sawit dan lain-lain.

Maka dari itu, bukanlah hal tidak mungkin membangun suatu sarana kesehatan untuk penduduk Desa Mangga Dua. Pustu, Poskesdes serta Posyandu merupakan pusat sangat cocok untuk membantu pelayanan kesehatan keluarga dan KB yang dikelola dan diselenggarakan untuk dan oleh masyarakat dengan dukungan dari petugas kesehatan dalam rangka pencapaian NKKBS. Desa Mangga Dua sejak dibentuk dari tahun 1957 hingga sekarang telah dipimpin oleh 13 orang Kepala Desa.

Desa Mangga Dua terbentuk dari 4 Dusun, memiliki luas wilayah 621,31 Ha atau 631 Km2. Desa Mangga Dua berada pada ketinggian antara + 5 m – 7 m diatas permukaan laut (dpl) berada pada wilayah dataran rendah, beriklim tropis dengan suhu minimum antara 26º C – 28ºC.

Sarana transportasi yang paling banyak digunakan warga masyarakat adalah sepeda motor. Di desa ini belum ada sarana transportasi umum, seperti bus, mikrolet atau sejenisnya. Sementara jika akses dari desa menuju ke kota sekarang sudah semakin mudah.

Desa Mangga Dua memiliki jumlah penduduk sebanyak 5.003 jiwa. Desa Mangga Dua dapat menempati dengan urutan ke empat desa terpadat di Kecamatan Tanjung Beringin. Selain itu juga desa Mangga Dua merupakan hampir seluruhnya beragama Islam.

Penduduk desa Mangga Dua hampir seluruhnya beretnis Jawa. Namun untuk tingkat pernikahan dini desa Mangga Dua dulu sangat tinggi, akan tetapi seiring berkembangan zaman pernikahan dini sudah semakin mulai memudar di kalangan masyarakat khususnya para pelajar.

Pendidikan adalah salah satu pengetahuan utama untuk dapat menambah wawasan serta tempat belajar. Jenjang pendidikan yang sekarang ini sangat dibutuhkan oleh setiap orang untuk dapat mewujudkan impiannya. Di desa Mangga Dua terlihat dari tingkat pendidikannya untuk ke perguruan tinggi begitu minim. Hal ini, terjadi karena masyarakat Desa Mangga Dua memiliki tingkat pernikahan dini yang tinggi terkait kebudayaan. Sehingga untuk melanjutkan pendidikan hanya beberapa orang saja.

Desa Mangga Dua adalah merupakan desa pertanian. Sehingga sebagian besar masyarakat mayoritas mata pencaharian sebagai petani. Desa Mangga Dua adalah merupakan desa pertanian. Maka hasil ekonomi warga dan mata pencaharian warga sebagian besar adalah petani.

Desa Mangga Dua dikenal dengan pohon mangga yang hampir di setiap rumah ada pohon mangga dan jambu. Kini pemerintahan Desa Mangga Dua yang sekarang sedang membuat inovasi untuk dapat mempergunakan hasil pohon mangga tersebut seperti: keripik ataupun lainnya yang dapat dimanfaatkan buahnya nantinya untuk menambah penghasilan desa Mangga Dua. Begitu juga hasil dari setiap panen padi masyarakat tidak lupa untuk dikutip berbentuk beras sebanyak 1 tabung per rumah tangga. Dari hasil kumpulan beras tadi dipergunakan untuk menyantuni anak yatim pada saat Bulan Suci Ramadan, Bilal Mayit dan Nazir Masjid. Masyarakat Desa Mangga Dua memiliki antusias tinggi untuk meningkatkan pemahaman agama dan juga rasa saling tolong-menolong antar sesama seperti hal-nya membantu orang yang sedang memiliki hajatan. (Berbagai sumber / ISL).

2.080 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *