Kuliner Khas Melayu Sergai (Bagian I)

Hai sobat Ini Sergai Loh (ISL), nah mimin mau kasih info nih, buat kawan-kawan yang hobi kuliner. Banyak loh kuliner khas Melayu di Serdang Bedagai (Sergai). Apa aja menunya, yuk kita kepoin….

Anyang

Anyang merupakan kuliner Melayu yang memiliki rasa yang khas. Kuliner anyang menjadikan pakis dan toge sebagai bahan utama dalam pengolahannya. Kuliner anyang sangat dekat dengan masyarakat Melayu. Masyarakat Melayu masih memasak dan mengkonsumsi kuliner anyang tersebut pada hidangan sehari-hari maupun acara-acara tertentu seperti acara perkawinan. Selain itu, kuliner anyang juga kerap disandingkan dengan bubur podas yang dipercaya masyarakat sebagai kuliner pembangkit selera ketika hendak mengawali puasa pada bulan suci Ramadan. Kekhasan kuliner anyang ini terletak pada rasa dan aroma yang dihasilkan dari buah kelapa dan ketumbar yang digongseng, serta keharuman bumbu-bumbu lain seperti serai dan jahe sebagai pelengkap kekhasan kuliner ini.

Buah Melako

Buah Melako merupakan kuliner masyarakat Melayu yang memiliki rasa dan bentuk yang khas. Panganan ini dikenal juga dengan istilah “klepon”. Masyarakat Melayu masih memasak dan mengkonsumsi kuliner ini khususnya pada saat Hari Raya Idul Fitri dan acara-acara lain seperti upah-upah maupun hidangan pada acara adat lainnya. Penganan ini memiliki rasa manis yang dihasilkan oleh gula merah yang memberikan kenikmatan ketika digigit, ditambah dengan rasa khas dari kelapa parut.

Bubur Podas

Bubur podas berasal dari dua kata yaitu bubur ‘bubur’ dan podas ‘pedas’. Bubur podas merupakan kuliner kebesaran masyarakat Melayu yang disajikan pada waktu menjelang puasa Ramadan. Bubur podas terbuat dari boras, kelapo, udang, kontang, garam, merica, daun pre, daun sop, bawang goreng dan bumbu lainnya.

Gulai Ladang/Gulai Lomak

Gulai ladang atau yang akrab disapa gulai lomak merupakan kuliner masyarakat Melayu yang berbahan dasar kelapo ‘kelapa’ yang menghasilkan santan yang lemak sehingga menjadikan kuliner ini sebagai kuliner dengan cita rasa yang khas. Berbeda dengan gulai pada umumnya, gulai ini tidak dimasak dengan minyak atau tidak ditumiskan. Masyarakat Melayu masih memasak dan mengkonsumsi kuliner ini pada acara-acara syukuran maupun masakan rumah sehari-hari.

Halwa botek

Halwa botek merupakan manisan dari buah pepaya (Carica Papaya). Halwa botek sendiri berasal dari kata halwa yang berarti ‘manisan’ dan botek yaitu ‘pepaya’. Sesuai maknanya, halwa botek ini memiliki rasa yang sangat manis. Masyarakat Melayu masih membuat dan mengkonsumsi kuliner ini terkhusus pada upacara adat perkawinan maupun pada Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat Melayu mempercayai bahwa rasa manis yang terdapat pada kuliner halwa botik ini akan membawa kemanisan pada kehidupan masyarakat yang menyajikan dan mengkonsumsi kuliner ini.

Ikan Botok

Ikan botok merupakan kuliner masyrakat Melayu yang memiliki cita rasa yang unik. Kuliner ini merupakan kuliner masyrakat Melayu zaman dahulu yang berbahan dasar ikan, yang diolah dengan cara diporam ‘diperam’ atau dengan kata lain ‘dibusukkan’. Ikan yang digunakanpun harus ikan besar, yaitu ikan yang memiliki banyak daging pada tubuhnya. Kuliner ini tergolong sulit diolah. Selain itu, terdapat bahan-bahan pada kuliner ini yang sudah tidak dibudidayakan sehingga sulit ditemui lagi, seperti daun buih-buih dan daun sikontut. Karena sulitnya cara pengolahan pada kuliner ini, begitu juga karena ada beberapa bahan yang sulit ditemukan dari kuliner ini, sehingga kuliner ini sudah jarang dimasak dan dikonsumsi oleh masyrakat Melayu.

Kue Bando

Kue Bando merupakan jenis kuliner masyarakat Melayu yang memiliki rasa yang khas. Panganan ini umumnya dimasak dan dikonsumsi pada acara syukuran.

Kue Dangei

            Kue Dangie merupakan jenis kuliner masyarakat Melayu yang memiliki rasa yang khas. Bahan pada kuliner ini yaitu topung roti, kelapo, gulo puteh, garam, dan gulo merah. Masyarakat Melayu masih memasak dan mengkonsumsi kuliner ini khususnya pada acara seperti syukuran ataupun pada hari-hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri.

 (Berbagai sumber / ISL).

9.346 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *