Mencari Sapu Lidi Dari Pelepah Sawit, Solusi Tambah Keuangan Keluarga

Sapu lidi mempunyai banyak manfaat, salah satu manfaatnya yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari misalnya dalam kebutuhan rumah tangga, perkantoran atau petugas kebersihan. Sapu lidi yang biasa digunakan untuk alat kebersihan yaitu dari lidi pelepah pohon sawit, lidi pelepah kelapa atau bisa juga dengan lidi aren, namun kebanyakan orang menggunakan lidi pelepah sawit dan lidi kelapa.

Sapu lidi merupakan alat pembersih khas orang Indonesia, terutama di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang masih banyak menggunakan alat pembersih tersebut. Kawasan pedesaan yang dekat dengan perkebunan menjadikan masyarakat Sergai banyak yang mencari sapu lidi pelepah sawit. Selain dipergunakan sendiri, banyak juga yang menjadikan sebagai sumber rezeki bagi mereka. Karena bisa kita gunakan sebagai pembersih halaman/pekarangan rumah, dan jalan raya. Sapu lidi yang murah menjadikan bahwa tidak sulit untuk mendapatkan bahannya serta tidak sulit dalam membuatnya. Itulah sebabnya sapu lidi terbilang benda yang sangat sederhana, namun manfaatnya sangat banyak.

Tanaman kelapa sawit yang ada di perkebunan, ternyata tidak hanya buah sawitnya saja yang bisa dimanfaatkan, bahkan batang lidi yang terdapat di bagian pelepah sawit tersebt bisa dimanfaatkan menjadi barang yang bermanfaat juga bisa di sulap menjadi barang kerajinan tangan yang memiliki nilai jual seperti piring, vas bunga, dan lainnya. Ya, lidi dari pelepah sawit bisa dimanfaatkan untuk sapu lidi dan kemudian dijual oleh masyarakat Sergai Khusunya di Dusun V Sidodadi Desa Pematang Setrak dan Desa Tanah Raja Kecamatan Teluk Mengkudu.

Kebanyakan dari penduduk kedua desa ini terutama para ibu-ibu rumah tangga yang menghabiskan waktunya dengan mencari lidi pelepah sawit di perkebunan sawit milik PTPN III Tanah Raja.

Pohon sawit yang usai dipanen oleh para pekerja pemanen perkebunan akan menjatuhkan beberapa batang atau pelepah sawit. Nah, dari pelepah yang jatuh itulah yang di pungut para pencari sapu untuk diambil lidi sawitnya. Biasanya diambil ketika daunnya masih berwarna hijau atau basah, ketika itulah lidi sawit mudah dipisahkan dari daunnya.

Sebut saja ibu Mus (48), tinggal di Kecamatan Teluk Mengkudu, mengaku mencari sapu di perkebunan milik PTPN III Tananh Raja, ia ditemani dengan seorang cucunya dan warga sekitar yang ikut mencari lidi sawit tersebut. Berangkat mulai siang hari seusai cucunya pulang sekolah hingga menjelang sore hari baru pulang kerumah dengan membawa satu ikat besar lidi yang belum dipisahkan lidi dari daunnya, dan malam harinya sambil menonton televisi barulah ia bersihkan/sisihkan batang lidi tersebut dari daunnya setelah itu di jemur hingga kering, terkadang belum sempat terjemur oleh sinar matahari agen sapu yang sering membeli sudah datang menjemput ikatan-ikatan sapu tersebut.

Ia mengaku dari hasil penjualan lidi sawit tersebut bisa membantu menopang perekonomian mereka. Hal ini dibuktikan dari hasil kegigihan ia mencari sapu bisa membeli keperluan rumah tangga. Ia menjual sapu tersebut kepada agen yang datang kerumah-rumah warga yang mencari sapu. Satu ikat atau perkilo sapu lidi di hargai Rp. 2.800,- sesuai dengan besar ikatannya.

Selain ibu Mus beserta  sebagian masyarakat Kecamatan Teluk Mengkudu banyak juga yang mencari lidi sawit di perkebunan milik PTPN III Tanah Raja apalagi yang berdomisili dekat dengan perkebunan.

Nah, dari pada menghabiskan waktu yang terbuang sia-sia, lebih baik kita pergunakan waktu senggang dengan kegiatan yang bermanfaat. Dengan hasil yang halal juga bisa kita pergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Manfaatkan potensi di alam sekitar dan yang penting halal tentunya. (Berbagai sumber / KAMI Sergai).

8.480 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *