2026, Jalan di Sergai Dalam Kondisi Baik 90 Persen

Berbicara mengenai infrastruktur tentu tak asing lagi bagi masyarakat luas. Apa yang dimaksud dengan infrastruktur? Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), infrastruktur adalah padanan dari kata prasarana.

Menurut Gregory Mankiw (2003) dalam Teori Ilmu Ekonomi, infrastruktur artinya wujud modal publik (public capital) yang terdiri dari jalan umum, jembatan, sistem saluran pembuangan, dan lainnya, sebagai investasi yang dilakukan oleh pemerintah.

Secara umum, arti infrastruktur seringkali dikaitkan dengan struktur fasilitas dasar untuk kepentingan umum. Beberapa contoh infrastruktur dalam bentuk fisik antara lain jalan, jalan tol, stadion, jembatan, konstruksi bangunan, jaringan listrik, bendungan, dan sebagainya. Selain itu, arti infsratruktur tak hanya soal fisik. Apa itu infrastruktur bisa berupa fasilitas non-fisik seperti pelayanan publik.

Seperti kita ketahui, Pembangunan infrastruktur merupakan kunci pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pengembangan infrastruktur juga memiliki peran yang sangat strategis dalam kemajuan ekonomi suatu negara. Pasalnya, pada proses pembangunan maupun pasca pembangunan, hanya pengembangan infrastruktur yang memiliki efek berantai. Termasuk, daya ungkit dalam pertumbuhan ekonomi.

Pengembangan infrastruktur yang dilakukan suatu negara pada hakekatnya merupakan upaya nyata membangun ekonomi masyarakat. Sebab, untuk mencapai kemajuan ekonomi senantiasa memerlukan infrastruktur yang memadai.

Untuk mewujudkan suatu pembangunan wilayah diperlukan sarana dan prasarana infrastruktur yang baik. Dengan terpenuhinya infrastruktur tersebut, maka perkembangan ekonomi dapat tercapai.

Jalan Mulus Ekonomi Bagus

Pernyataan ”Jalan Mulus Ekonomi Bagus” sering terucap dari pasangan Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H Darma Wijaya dan Wabup H Adlin Umar Yusri Tambunan. Pasalnya kedua pemimpin tersebut kerap menjadikan infrastruktur sebagai salah satu priritas dalam pembangunan.

Namun, tak hanya infrastruktur saja, terdapat beberapa program lainnya yang terbungkus apik dalam Sapta Dambaan (Sapda) dan telah dirumuskan RPJMD yang berarti 7 (tujuh) dambaan, yaitu sekolah mandiri, terampil, asri dan berkualitas (mantab), masyarakat sehat dan religius, pertanian berkelanjutan, infrastruktur terintegrasi, ekonomi berdaya saing, wisata maju terus dan birokrasi dambaan.

Sekedar kilas balik, hingga pada bulan Juli 2022, untuk mewujudkan Jalan  Mulus, Ekonomi Bagus, Pemkab Sergai telah melakukan penganggaran pembangunan infrastruktur pada 13 titik yang terbagi kedalam 10 kecamatan, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sergai.

Adapun pembangunan infrastruktur tersebut mencakup pembangunan jalan, irigasi maupun jembatan. Selain dapat mendongkrak perekonomian masyarakat juga lebih mempermudah masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

5 (Lima) dari ke-13 (tiga belas) titik pembangunan tersebut sedang dalam pengerjaan yaitu Rehabilitasi Jembatan di Desa Dame Kecamatan Dolok Masihul dengan panjang 15,8 meter dan lebar 5 meter. Pembangunan pilar jembatan dan dinding penahan tebing dan drainase, jembatan Siampang Buah Kecamatan Sipispis 1 (satu) buah pilar.
Selanjutnya, pembangunan jembatan di ruas jalan Dolok Merawan menuju SMP Negeri Kecamatan Dolok Merawan dengan panjang 12,8 meter dan lebar 5,6 meter. Rehabilitasi jembatan penghubung ruas jalan Kampung Pon Bakaran Batu atau Simpang Kelapa Tinggi Kecamatan Sei Bamban dengan panjang 9 meter dan lebar 5 meter. Rehabilitasi jembatan Pondok Bawah Desa Dolok Manampang Kecamatan Dolok Masihul dengan panjang 12 meter dan lebar 2,7 meter

Selain infrastruktur yang sedang dalam pengerjaan dari ke-13 titik tersebut, Pemkab Sergai juga menganggarkan lanjutan peningkatan ruas jalan Bah Sumbu menuju batas perkebunan Kecamatan Tebing Tinggi sepanjang 685 meter dengan lebar 4 meter.

Kemudian terdapat peningkatan ruas jalan Dusun III Desa Bartong menuju objek wisata Arung Jeram Ancol Kecamatan Sipispis sepanjang 481 meter dengan lebar 3,5 meter. Lanjutan peningkatan ruas jalan Mesjid Jamik – Pematang Ganjang Kecamatan Sei Rampah sepanjang  1021 meter dengan lebar 4 meter dan panjang 796 meter dengan lebar 5 meter.

Pemeliharaan ruas jalan jembatan Paku menuju Kotarih Kecamatan Kotarih sepanjang 1.195 meter dengan lebar 4 meter. Rehabilitasi konstruksi pengaman jembatan Ancol Kecamatan Tebing Syahbandar 2 (dua) fender. Pembangunan konstruksi pengaman jembatan di Desa Tapian Nauli Kecamatan Bandar Khalifah 2 fender dan 2 pilar.
Peningkatan saluran drainase di ruas jalan Mata Pao menuju Sialang Buah Kecamatan Teluk Mengkudu sepanjang 742 meter. Rehabilitasi saluran drainase di jalan Perintis Kemerdekaan Desa Dolok Merawan Kecamatan Dolok Merawan sepanjang 392 meter.
Dirinya juga menambahkan bahwa Dampak dari pembangunan infrastruktur dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Sergai.

Infrastruktur berperan sebagai penggerak pada sektor perekonomian. Dengan demikian bisa menjadi pendorong berkembangnya sektor-sektor lainnya. pertumbuhan ekonomi akan memberikan pengaruh terhadap arus investasi.
Sementara itu, peningkatan kualitas hidup akan memberikan pengaruh kepada kesejahteraan masyarakat secara umum, khususnya di Sergai.

Bupati Sergai H Darma Wijaya melalui Kadis PUPR, Johan Sinaga diruang kerjanya Komplek Kantor Bupati Sergai, Rabu (7/12/2022) menyampaikan jika hingga saat ini Pemkab Sergai telah melaksanakan pembangunan jalan sepanjang 250 km, irigasi 9 km dan jembatan 12 unit tersebar di 237 desa/6 kelurahan.

Dalam keterangannya Johan menyebut jika target pembangunan jalan di RPJM sebanyak 80 % atau (694 km) jalan dalam kondisi baik. Untuk saat ini pembangunan jalan sudah mencapai 67 persen (581 km) kondisi jalan mantap dan sebesar 33 persen (286 km) kondisi Jalan kabupaten yang masih dalam kondisi kurang baik.

“Kita optimis hingga tahun 2026 jalan kabupaten dalam kondisi baik bisa mencapai 90 persen. Untuk itu kita mengharapkan partisipasi masyarakat di dalam pengawasan pengguna jalan agar tidak melebihi kapasitas jalan yang ditentukan maksimal 8 ton. Kemudian berperan aktif untuk terus mengawasi jalan yang sudah dibangun oleh Pemkab Sergai,” harap Johan.

Lebih lanjut disampaikan Johan jika peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan jalan di Kabupaten Sergai sangat penting, mengingat masih banyak warga pengguna jalan dengan membawa angkutan melebihi kapasitas beban badan jalan sehingga berdampak jalan cepat rusak, ujarnya sembari menambahkan bahwa selain disebabkan kendaraan angkutan yang over kapasitas, meningkatnya frekuensi kendaraan besar. Menurutnya, peran masyarakat sebagai pengguna jalan dapat bersikap tertib dan teratur dalam menggunakan jalan sehingga dapat menurunkan, atau paling tidak bisa meminimalisir kerusakan jalan-jalan di Kabupaten Sergai. (Berbagai sumber/ISL).

1.045 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *