Sejarah Desa Manggis di Serba Jadi, Berawal dari Kebun Keturunan Raja

Desa Manggis adalah desa yang ada di Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Menurut cerita beberapa masyarakat yang ditokohkan di desa ini, muasal nama “Manggis” konon berasal dari keberadaan Kebun Manggis di wilayah tersebut. Pada masa lalu, Desa Manggis ini dinamakan Kampung Manggis karena kebun buah manggis yang dimiliki oleh warga bersuku Melayu yang kala itu masih merupakan keturunan Tengku (Raja).  Secara geografis, Kampung Manggis ini berbatasan dengan Kebun Serba Jadi yang saat ini banyak ditumbuhi pohon kelapa sawit.

            Pada masa dulu, dikisahkan ada salah seorang kerani/buruh yang bekerja di Perkebunan Serba Jadi yang bernama Baginda Hasian Siregar. Dirinya kemudian melihat lokasi daerah perkebunan manggis ini nampaknya berpotensi dan dapat dijadikan lahan pemukiman bagi penduduk. Bukan apa-apa, hal itu didasari oleh adanya hutan rawa yang bisa dijadikan lahan pertanian oleh warga.

            Selain itu, beliau juga melihat lokasi calon desa yang cukup strategis karena dekat dengan Sungai Ular sebagai sumber daya yang tentu bisa dimanfaatkan untuk banyak kebutuhan dasar warga. Karena alasan-alasan itu, sehingga timbullah niat Baginda Siregar untuk mengajak beberapa keluarganya yang berasal dari Daerah Tapanuli Selatan untuk membuka Kampung di area kebun manggis itu.

            Pada saat Republik Indonesia belum lahir dan masa Belanda masih bercokol menjajah calon republik, saat itu penduduk Kampung Manggis hanya dihuni oleh 5 (lima) Kepala Keluarga saja. Namun perlahan-lahan, karena lokasinya yang cukup baik untuk membentuk komunitas warga, maka mulai berkembanglah daerah itu dan akhirnya terbentuk pula Kampung Manggis, yang diperkirakan terjadi sekitar tahun 1920-an.

            Sebelum Kabupaten Sergai lahir, Kampung Manggis masuk dalam wilayah adminitratif Kabupaten Deli Serdang dan ada di Kecamatan Galang. Pada masa pertama kali terbentuk, Kepala Desa Kampung Manggis Pertama bernama Mbah Salikin yang diutus oleh Kejuruan di Kuala Bali untuk menjadi Penghulu atau sekarang disebut denagn istilah Kepala Desa.

            Mbah Salikin yang tercatat lahir pada 31 Desember 1865, disebut merupakan penduduk Pulau Jawa yang bermigrasi ke Pulau Sumatera. Kemudian kepemimpinannya diteruskan oleh yang lainnya dan ini tercantum dengan rinci dalam daftar nama-nama Kepala Desa Manggis yang bisa diakses di situs resmi Desa Manggis di www.manggis.web.id.

            Awalnya dulu, Desa Manggis masih memiliki 2 (dua) dusun saja. Setelah adanya Pemekaran Kabupaten Samosir dan Kabupaten Sergai berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Samosir dan Kabupaten Serdang Bedagai, maka Desa Manggis berkembang menjadi 4 (empat) dusun. Pemekaran Kabupaten Sergai juga berpengaruh terhadap status administratif Desa Manggis yang kemudian ditetapkan masuk ke wilayah Kecamatan Dolok Masihul.

            Waktu berjalan terus hingga kemudian, pada tahun 2006 Desa Manggis bersama dengan dengan 9 (sembilan) desa lain bergabung ke dalam wilayah Kecamatan Serba Jadi. Penggabungan ini berdasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Sergai Nomor 6 tahun 2006 tentang Perubahan Nomenklatur Kecamatan Bangun Purba menjadi Kecamatan Silindak dan Kecamatan Galang menjadi Kecamatan Serba Jadi. Dengan keluarnya peraturan ini, Desa Manggis masuk dalam wilayah Administrasi Kecamatan Serba Jadi.

            Karena secara geografis wilayah Desa Manggis tidak memungkinkan untuk bercocok tanam padi, mayoritas warga bekerja dan menggantungkan penghasilan pada hasil bumi seperti pisang dan kelapa sawit. Bahkan di desa ini juga terdapat kebun jeruk yang belakangan jadi salah satu peluang usaha yang cukup dilirik oleh warga. Dari data kependudukan terbaru, saat ini ada sekitar 40 KK yang mendiami Desa Manggis ini. (Berbagai sumber/ISL)

2.509 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *