Tahu Manampang, Wisata Kuliner Menarik dari Serdang Bedagai

Tidak hanya dikenal sebagai daerah yang memiliki destinasi wisata bahari dan arung jeram, Kabupaten Serdang Bedagai juga punya potensi wisata unggulan lain. Desa Wisata Kampung Tahu adalah salah satunya. Desa yang terletak di Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul ini, jadi sentra produksi tahu terbesar di Kabupaten Serdang Bedagai.

Dari data terbaru, ada 15 industri rumahan yang menjalankan usaha produksi tahu. Rata-rata, produksi tahu perhari, bisa menghabiskan 1 karung kadelai, atau sekitar 50 sampai 70 kg. Bahkan ada yang mampu mengolah 1 kuintal per hari. Sedangkan tahu yang diproduksi, rata-rata mencapai 20 papan per hari, dan selalu ludes terjual, karena sistem produksinya berdasarkan pesanan konsumen. Tahu yang sudah diolah, dihargai seribu rupiah per 4 potongnya.

Awal mula munculnya serta produksi tahu di Desa Manampang berasal dari seorang warga bernama Mail. Warga usia lanjut ini berasal dari Pulau Jawa. Ia kemudian pindah ke Dusun IV Tanjung Rejo Desa Dolok Manampang.

Ia lalu mulai memproduksi tahu di desa. Ternyata apa yang ia mulai berhasil berkembang pesat. Usahnya kemudian dilanjutkan dan sudah turun menurun dari anak ke cucu hingga sampai sekarang berkembang. Tidak hanya anak cucu, tetangga dan warga sedesa Mail pun ikut melihat peluang dan potensi besar dari produk olahan tahu. Hingga akhirnya belasan warga akhirnya memutuskan untuk membuka industri rumahan pengolahan tahu.

Dalam perkembangannya, industri tahu ini juga menghasilkan berbagai inovasi. Tercatat, ada 20 lebih varian produk tahu atau yang dikenal dengan istilah produk turunan. Beberapa di antaranya seperti tahu sakura, rolade tahu, cireng tahu, bakso tahu, bola-bola rambutan tahu, dan banyak lagi varian tahu yang enak dikonsumsi.  Sebagai industri rumahan, proses produksi tahu dijalankan dengan cukup sederhana.

Prosesnya mencakup penggilingan bahan baku kedelai. Setelah itu kedelai yang sudah digiling akan direbus. Setelah itu, masuk ke tahap pengayakan. Selanjutnya bahan baku tahu dibekukan beberapa waktu. Lalu dilanjutkan dengan pencetakan.

Tahu yang sudah dicetak akan digoreng hingga jadi produk siap santap yang mantap. Seluruh proses ini masih banyak melibatkan tenaga manusia, sehingga keberadaan industri ini mendukung tersedianya lapangan kerja. Ini tentu berdampak sangat baik terhadap perkembangan perekonomian setempat. Tidak hanya mampu menjadi salah satu potensi wisata unggul di Sergai, keberadaan Kampung Tahu di Dolok Manampang juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar.

Untuk pemasaran, produk ini telah cukup dikenal di seluruh wilayah di Serdang Bedagai. Bahkan, produk olahan tahu ini, sudah didistribusikan ke beberapa kabupaten tetangga, seperti Simalungun, Siantar, Deli Serdang, dan Medan. Rata-rata, per satu industri rumahan, ada 2-4 orang yang berperan sebagai sales. Merekalah yang kemudian mengelola pemasaran tahu, hingga sampai ke tangan konsumen.

Diharapkan, perkembangan kampung tahu, yang diproyeksikan sebagai desa wisata ini, dapat terus berlanjut. Beberapa kebijakan, sudah diambil, demi meningkatkan kualitas kampung tahu, sebagai destinasi wisata. Dampaknya akan sangat positif, bagi perekonomian masyarakat, sekaligus mendukung visi Sergai, menjadi kabupaten yang Maju Terus.

Bupati Sergai H. Darma Wijaya acap menyampaikan, potensi sektor pariwisata di Kabupaten Sergai cukup beragam hingga penting untuk dikembangkan. Ia juga berharap dapat tercipta diversifikasi produk atau turunan kuliner dari bahan dasar tahu. Tapi tidak hanya dari produknya saja, namun juga perlu diperhatikan sisi kemasan, penyajian, dan yang tak kalah penting: promosi. (ISL).

1.034 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *