Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sergai Lewat Pelatihan Pertanian Organik

Dolok Masihul,

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Darma Wijaya menghadiri pembukaan pelatihan pertanian organik terpadu/pembuatan pupuk organik cair (POC) dan pestisida nabati, yang dilaksanakan di Socfindo Seed Production & Laboratory (SSPL) Bangun Bandar, Kecamatan Dolok Masihul, Senin (8/5/2023).

Membuka sambutannya, Bupati Sergai menyampaikan jika Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat mempunyai potensi yang cukup besar untuk pengembangan usaha di bidang pertanian baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan. Ia menyebut, potensi ini didukung areal penggunaan lahan sawah eksisting tahun 2020 seluas 31.284 hektar (sawah beririgasi 26.317 hektar dan tidak beririgasi 4.931 hektar) dan luas lahan perkebunan mencapai 102.628.02 hektar yang terdiri dari perkebunan BUMN, swasta asing, swasta nasional, dan perkebunan rakyat.

“Apabila sumber daya lahan ini terus kita kelola dengan baik ditambah dengan masukan teknologi budidaya yang bagus dan ramah lingkungan, maka target pemerintah untuk terus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dapat kita capai sehingga misi pertanian berkelanjutan dapat kita wujudkan,” ungkapnya.

Dijelaskan olehnya pertanian organik ini mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Tujuan penggunaan bahan-bahan organik ini adalah untuk mengembalikan kesuburan tanah dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Pupuk dan pestisida merupakan sarana produksi yang sangat menentukan dalam pencapaian target produksi dan produktivitas pertanian. Penggunaan pupuk kimia dan pestisida kima dalam jangka panjang dan jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan pencemaran pada tanah sehingga dalam jangka panjang dapat mengurangi kesuburan tanah,” lanjutnya.

 

Masih lanjut Darma Wijaya, pupuk sangat dibutuhkan untuk menambah unsur harga bagi tanaman. Anjuran penggunaan pupuk ataupun bahan lainnya yang bersifat organik dimaksudkan untuk mengurangi kerusakan pada tanah pertanian.

“Pengembangan pupuk alternatif yaitu POC dapat menggantikan atau paling tidak mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia. POC adalah larutan dari hasil pembusukan bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, limbah agroindustri, dan kotoran hewan,” jelasnya.

Menurut Bupati, penggunaan POC bisa mengurangi biaya pertanian dan menghasilkan kualitas panen yang lebih baik, apalagi dengan adanya pelatihan pembuatan POC ini diharapkan para petani bisa membuat sendiri pupuk organik untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

“Pestisida nabati menjadi alternatif pengendalian hama yang aman dibanding pestisida sintetis. Penggunaan pestisida nabati memberikan keuntungan ganda, selain menghasilkan produk yang aman, lingkungan juga tidak tercemar. Pestisida organik ini mampu mengatasi dan mengusur hama perusak tanaman pertanian dan perkebunan umumnya seperti kutu, ulat, belalang, dan sebagainya kita dapat memanfaatkan limbah cair dari CPO kelapa sawit, tandan kosong kelapa sawit, dan sampah organik sayur-sayur untuk membuat pestisida nabati,” tambahnya lagi.

Bupati yang akrab disapa Bang Wiwik ini mengisahkan, pertanian organik sudah mulai dikembangkan sejak tahun 2008 namun masih terbatas pada komoditi tanaman pangan. Ini menurutnya merupakan peluang dan kesempatan yang baik bagi kita untuk mulai mengembangkan dan meningkatkan budidaya pertanian organik untuk komoditi perkebunan di wilayah Kabupaten Sergai khususnya kelapa sawit, kelapa, karet, kakao, dll.

Ucapan terima kasih tak lupa disampaikan oleh Bupati kepada PT. Socfindo Bangun Bandar yang telah melaksanakan pelatihan yang diberikan. Ia berharap pelatihan hari ini menambah semangat seluruh pihak terkait untuk terus mengembangkan serta meningkatkan pertanian khususnya tanaman perkebunan yang lebih ramah lingkungan dengan memaksimalkan penggunaan input organik.

“Mudah-mudahan kita tetap terus termotivasi untuk terus melaksanakan tugas dan tanggung jawab serta tetap menajag kebersamaan dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan pertanian di Kabupaten Sergai,” tandasnya.

Di kesempatan serupa General Manager PT. Socfindo Andi Suwignyo menyampaikan Socfindo sebagai bagian dunia usaha harus ikut bertanggungjawab dalam memberi solusi atas berbagai isu lingkungan.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Socfindo telah menunjukkan kepedulian dan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan. Salah satu buktinya lewat penggunaan pupuk organik untuk mengembalikan unsur hara tanah. Lewat pelatihan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk menggunakan pupuk organik dalam proses prduksi,” jelasnya.

 Pelatihan kali ini dihadiri oleh Kadis Lingkungan Hidup Hedi Novria, SH, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Ikhsan, AP, M.Si, Camat Dolok Masihul Dra. Fitriani, pimpinan perusahaan PT Socfindo, serta para petani se-Kecamatan Dolok Masihul. (Media Center Sergai).

Teks/Editor : Ardi/Rini Ry

Reporter : Irfan YE

Admin : Julia

1.257 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *