Hadiri Isra Mikraj, Bupati Sergai Ajak Umat Islam Muhasabatun Nafsi

Dolok Masihul,

Arti dari “Isra” dan “Mikraj” yaitu sebuah perjalanan dan diangkatnya ke langit seorang hamba yang paling mulia yaitu Nabi Muhammad SAW oleh Allah SWT sebagai bentuk kecintaan-Nya terhadap nabi. Perjalanan ini berlangsung dalam waktu yang sangat singkat karena kurang lebih hanya seperempat malam saja.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya dalam acara Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah, yang digelar di Pesantren Darul Zakir Alwi, Desa Bantan, Kecamatan Dolok Masihul, Kamis (29/2/2024).

Menurut Bupati Sergai, hal yang penting bagi umat Islam adalah mengimani bahwa peristiwa Isra Mikraj yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW itu benar adanya dan sudah menjadi suatu kepastian dari Allah SWT bagi hamba-Nya.

“Jika Allah sudah berkehendak siapapun tidak bisa menolak. Kun fayakun; maka jadilah apa yang dimaksudkan oleh Allah. Itulah pemahaman keimanan yang sudah kita tanamkan di dalam jiwa kita masing-masing,” tegas Bupati Sergai.

Dijelaskan oleh Darma Wijaya, dimensi yang paling penting dalam memperingati Isra Mikraj adalah bagaimana umat Islam bisa meneladani dan melanjutkan misi kerasulan Nabi Muhammad.

“Kita tahu bahwa beliau mempunyai misi mulia sebagai pembawa risalah dari Allah, yaitu menyampaikan Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin, untuk menjadi jalan hidup dan membawa keselamatan bagi seluruh alam. Karenanya, diperlukan pendalaman dan penghayatan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai yang dibawa oleh Rasulullah,” jelasnya.

Masih lanjut Bupati, Nabi Muhammad SAW telah meletakkan dasar-dasar Islam dalam berbagai kebutuhan zaman. Tugas-tugas tersebut masih harus dilanjutkan oleh umat Islam sampai kapan pun dan di mana pun.

Bagi Bang Wiwik, sapaan akrab Bupati, mencintai Rasul bukan hanya sekedar cukup merasa telah menjadi umat Nabi Muhammad dan mendapat syafaatnya di hari kiamat, namun wujud dari cinta dan kebanggaan itu haruslah dibuktikan dengan melaksanakan semua perintah dan meninggalkan larangannya, kemudian melanjutkan misi kenabiannya.

“Mari kita perbanyak Muhasabatun Nafsi atau instrospeksi diri. Khususnya kualitas salat kita dan kualitas ibadah secara keseluruhan. Sebab, hakikat dari peringatan Isra Mikraj adalah “peristiwa menjemput” perintah salat. Perintah yang langsung diterima dari Allah di langit. Pelaksanaan salatlah yang menjadi kunci dari peringatan ini. Termasuk kepada anak-anak kita dan seluruh anggota keluarga. Latihlah dan biasakanlah anak-anak kita untuk salat,” bebernya panjang lebar.

Menutup sambutannya, Bupati berpesan sudah seharusnya kaum muslimin untuk selalu meningkatkan kualitas diri dan amaliyah serta ibadah kepada Allah SWT.

“Kita harus bertambah baik amal ibadah setiap harinya. Setidaknya, ada tiga golongan dalam amal ibadah ini. Pertama, orang yang celaka adalah mereka yang amal hari ini lebih buruk dari hari kemarin. Kedua, orang merugi adalah mereka yang amal hari ini sama dengan amal hari kemarin. Dan ketiga, orang yang beruntung adalah orang yang amal hari ini lebih baik dari kemarin. Semoga kita tergolong kepada golongan ketiga ini,” ucapnya mengakhiri.

Turut hadir dalam peringatan Isra Mikraj ini Ketua TP PKK Ny Hj Rosmaida Darma Wijaya, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kahar Effendi S, Sos, Jajaran Dinas Pendidikan Sergai dan masyarakat Kecamatan Dolok Masihul.

Teks/Editor : Ardi/Lenti

Reporter : Irfan

Admin : Julia

239 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *