Bupati dan Masyarakat Sergai Harap Jajaran Kepolisian Terapkan “6 Ng”

Sei Rampah, Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman didampingi Wabup H Darma Wijaya menyambut hangat kedatangan Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Drs. Agus Andrianto, SH  yang melakukan silaturahmi dan Kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Sergai bertempat di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati di Sei Rampah, Senin (15/10).

Turut hadir Kapolres Sergai AKBP Juliarman Eka Pasaribu, SH, SIK, MH, Kajari Sergai Jabal Nur, SH, MH, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Kakan Kemenag Dr H M Safii MA,  para Camat, Tenaga Penyuluh, Tenaga Kesehatan, Tenaga Kependidikan dan Kepala Desa se-Kabupaten Sergai.

Bupati Sergai Ir H Soekirman yang berkesempatan menyampaikan sambutannya mengucapkan selamat datang dan terimakasih atas kunjungan kerja dan silaturahmi Kapolda Sumut pada hari ini.

Disampaikan Bupati juga tentang kondisi geografis Tanah Bertuah Negeri Beradat. Tak lupa juga disampaikan potensi tenaga ASN antara lain tenaga pendidik dan tenaga kesehatan serta pegawai instansi atau dinas sejumlah lebih kurang 7.000 orang dibantu 3.000 tenaga honorer yang menjadi tulang punggung berjalannya roda pemerintahan di Sergai. Selain itu ada 243 Kepala Desa dan Lurah yang tersebar di penjuru daerah.

Bupati Soekirman menambahkan bahwa Sergai saat ini sedang viral karena isu parahnya korupsi yang merebak saat ini. Akan tetapi hal ini kita serahkan semua kepada proses hukum yang berlaku sehingga masyarakat kembali tenang dan tidak terprovokasi.

Lebih lanjut dikemukakan Bupati, bahwa melihat kondisi saat musimn tanam, Pertamina mengalokasikan 7,3 liter bahan bakar untuk sektor pertanian hendaknya memang benar-benar terpenuhi adanya. Untuk itu diminta kepada pihak kepolisian jika ada petani yang membeli bahan bakar di SPBU dengan menggunakan jerigen mohon untuk tidak dikenakan sanksi, karena bahan bakar tersebut memang untuk digunakan sebagai bahan menghidupkan alat mesin pertanian (alsintan) sehingga para petani dapat lebih mudah mengerjakan sawahnya.

Sedangkan konflik yang terjadi antara perikanan dan kelautan tidak begitu bergejolak, demikian juga dengan konflik perkebunan yang memang ada, namun tidak begitu bergejolak adanya, kata Bupati.

Saat ini kita memasuki tahun politik, agar dicermati bahwa kita hendaknya tetap bersatu walau berbeda pilihan, karena kebanggaan kita saat ini semakin mendunia. Sebagai contoh kesuksesan Indonesia menggelar Asian Games Tahun 2018.

Pada kesempatan ini Bupati bersama masyarakat Sergai berharap kepada pihak kepolisian agar menerapkan 6 Ng, yaitu ngayomi (membimbing), kami minta polisi ngancani (menjadi teman) kemudian polisi juga bisa ngewangi (melindungi), lalu ngajeni (mengajarkan), dapat ngangenin (menumbuhkan rindu) serta yang terakhir ngimpeni (diimpikan). Jika hal tersebut dapat terpenuhi maka Polri akan semakin dicintai dan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat, tukas Soekirman.

Sementara itu Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Agus Andrianto, SH dalam arahan dan bimbingannya menyampaikan biografi antara lain lahir dari keluarga ASN dan ekonomi pas-pasan sehingga tidak canggung lagi berada diantara hadirin sekalian.

Kapolda juga mengucapkan terimakasih kepada Sumut sebagai daerah yang sangat berkesan dalam hidup saya.

Program 100 hari saya sejak menjabat antara lain adalah penertiban pasar dan premanisme, reklame yang tidak membayar pajak, serta penertiban pos polisi yang didirikan tidak pada tempatnya. Semoga sebelum saya mengakhiri jabatan nantinya masih dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sumut, katanya.

Selanjutnya kepada aparat Kepolisian pada tingkat Polres hingga kebawah diperintahkan agar melakukan survey 15 hal yang disukai dan 15 hal yang tidak disukai masyarakat terkait pelayanan Polri. Setelah dapat, maka laksanakan apa yang disukai masyarakat, tinggalkan yang tidak disukai masyarakat.

Terkait penyampaian Bupati tentang 7.000 orang yang menggerakkan roda pemerintahan dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat, dipesankan agar kita semua tidak mudah terbawa oleh berita hoax atau bahkan terukur pada politik indentitas dan adu domba yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa, ungkapnya.

Polda Sumut juga menyampaikan komitmennya dalam rangka menjaga kekondusifan daerah dari persoalan semisal perbedaan tata cara beragama, provokasi serta pencegahan kriminal serta peredaran narkoba.

Mengenai BBM untuk masyarakat petani, diminta kepada pihak pemerintah desa atau lurah agar hendaknya memberikan bekal surat menyurat kepada yang bersangkutan, tujuannya agar memang BBM dapat tepat sasaran, bukan dimanfaatkan segelintir orang atau pihak saja. Hal ini sembari menunggu peningkatan produksi BBM dalam negeri sehingga kebutuhan masyarakat akan BBM dapat tercukupi dan ketahanan pangan kita menjadi kuat.

” Mari sama-sama hentikan politik adu domba dan provokasi karena tidak ada gunanya, terlebih kita adalah bangsa yang bermartabat dan tidak mudah terpengaruh hal sedemikian,” ajak Kapolda.

Sedangkan mengenai konflik tanah agar aparat pemerintah mulai dari desa hingga kecamatan dapat lebih berhati-hati dan teliti agar terhindar dari permasalahan hukum. Jika permasalahan dapat diselesaikan dengan baik-baik, maka selesaikanlah, karena paradigma menghukum orang dan memasukkan kedalam penjara bagi kami bukanlah sebuah tujuan.

Diakhir sambutannya Kapolda menyahuti tentang 6 Ng yang menjadi harapan harapan Bupati dan masyarakat. Ditekankan dan yakini bahwa jika 15 hal yang disukai masyarakat sesuai perintah saya kepada jajaran kepolisian Sumut, dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, maka 6 Ng tersebut akan dapat terpenuhi.

Pada kesempatan tersebut Kapolda Sumut memberikan nomor pribadinya kepada masyarakat yang komplain terhadap pelayanan Kepolisian Sumut.

“Silahkan sampaikan komplain tersebut di nomor 082165469213, semoga saya dapat membantu masyarakat sekalian”, pungkas Kapolda.

Acara diisi dengan dialog dan tanya jawab dengan Kapolda Sumut terkait hukum dan konsekwensinya bagi masyarakat. (MCSergai/Ind.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *