Pelantikan Pengurus PGRI Kabupaten Sergai Masa Bhakti 2018-2023

Bupati Sokeirman : Jadikanlah Guru Sebagai Profesi Dalam Menanamkan Kebaikan

Pantai Cermin, Pendidikan merupakan salah satu masalah kompleks yang terus dihadapi oleh bangsa Indonesia. Tidak hanya pendidikan secara formal namun juga pendidikan non formal. Oleh sebab itu perlu adanya organisasi yang menaungi para guru yang dikenal dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Organisasi ini merupakan tempat bernaungnya para guru dan pendidik mulai dari tingkat bawah hingga ke atas. Dengan keberadaan PGRI ini diharapkan dapat menjadi Pioneer melaksanakan minat dan mutu pendidikan di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Demikian sambutan Bupati Sergai Ir H Soekirman pada acara Pelantikan Pengurus PGRI Kabupaten Sergai Provinsi Sumut Masa Bhakti 2018-2023 bertempat di  Pantai Pondok Permai Kecamatan Pantai Cermin,  Kamis (24/1). Selain Bupati hadir juga  Kapolres Sergai AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu, S.Sos, S.IK, M.Si, Kajari Sergai Jabal Nur, SH, MH, Kakan Kemenag Sergai DR.H Syafii MA,  Ketua TP PKK Sergai Ny Hj Marliah Soekirman, Kepala Bank Sumut Cabang Sei Rampah Ahmad Pasundan Tarigan, Ketua PGRI Sumut Drs. Abdul Rahman Siregar selaku yang melantik Pengurus PGRI dan Drs Joni Walker Manik, MM selaku Ketua terlantik PGRI Sergai serta ratusan Guru yang tergabung dalam organisasi PGRI.

Bupati Soekirman juga mengajak semua guru di Sergai untuk selalu kompak satu sama lain,  jangan sampai terpecah belah dan terkotak kotak.  Karena hal tersebut dapat menghambat program kerja PGRI dan dikhawatirkan juga dapat menghambat proses belajar mengajar.  “ Jadikanlah guru sebagai profesi dalam menanamkan kebaikan sesuai dengan arti guru itu sendiri yang digugu dan ditiru,  maka diharapkan para guru dapat menjaga martabat guru itu sendiri,” harapnya.

Selain itu Bupati juga berharap kepada PGRI agar senantiasa bekerja dan sama-sama bekerja dalam membangun sumber daya manusia  (SDM) Serdang Bedagai menuju era revolusi industri 4.0. Dikisahkan Bupati, mulai dari kecil waktu SD hingga duduk dibangku kuliah, hanya satu tempat tidak berpindah-pindah. Dengan demikian jika sudah satu atap maka kita harus satu fikiran dan satu langkah.  Terkait dengan para pelajar peserta didik, Bupati mengungkapkan rasa kagumnya sungguh luar biasa atas kreasi anak Sergai yang mampu merubah sampah menjadi barang yang berharga. Selain itu, terkait dengan kesejahteraan guru di Tanah Bertuah Negeri Beradat, yang   harus diperhatikan dan ditingkatkan.

  “ Saya sedih jika melihat guru mendapatkan penghasilan khususnya guru honorer yang minim,  sebab saya pernah merasakan  menjadi guru dahulu di Lubuk Pakam. Dengan demikian saya beserta jajaran selalu berupaya meningkatkan kesejahteraan para guru,” uangkapnya. Sementara itu Drs Joni Walker Manik, MM selaku Ketua PGRI Sergai menyampaikan harapan bahwa guru di Kabupaten Sergai tetap satu dalam mendidik anak-anak sekaligus mengajak seluruh tenaga pendidik untuk dapat mewujudkan guru yang bersatu dan mencerdaskan anak bangsa.

Dalam kesempatan tersebut juga,  PGRI Sergai memperkenalkan kreasi putra-putri  asli daerah yang mampu mengolah sampah plastik menjadi barang yang berguna. Mengingat Indonesia menduduki peringkat kedua setelah China produsen sampah plastik terbanyak di dunia. Dengan demikian kami berhasil memanfaatkan dengan mengolah sampah plastik menjadi paving block melalui Sekolah Menengah Pertama (SMP)  Negeri 1 Pantai Cermin yang nantinya kami berharap dapat di produksi secara masal, pungkasnya. MC Sergai/vivi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *