Bupati dan Wabup Tinjau Penyaluran Bantuan di Perbaungan dan Pegajahan

Perbaungan,
Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman didampingi Wakil Bupati (Wabup) H. Darma Wijaya bersama unsur Forkopimda Sergai melakukan monitoring dan evalusasi terhadap distribusi berbagai program bantuan di Kecamatan Perbaungan dan Pegajahan, Senin (08/06/2020).
Bupati dan Wabup mengawali monitoring di Kecamatan Perbaungan bertempat di Wisma Juang Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan.
Dalam sambutannya, Bupati menyebut jika sejak ia menjadi Ketua Tim Gugus Tugas April lalu, berbagai kegiatan dan kebijakan telah dilaksanakan mencakup penanggulangan kesehatan warga, dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial.
“Kita bekerja mulai 1 April hingga saat ini dengan kondisi dari zona hijau, meningkat menjadi zona kuning, serta kini menjadi zona merah, meski riwayat penderita positif Covid-19 yang terdata tersebut adalah dari luar daerah,” sebut Soekirman.
Soekirman mengungkapkan, dari hasil pengamatan selama ini permasalahan data menjadi hal yang penting dan harus dicarikan jalan keluarnya antara lain dengan merujuk DTKS yang bersumber langsung dari desa kemudian dikirimkan ke Kementerian Sosial melalui aplikasi.
Khusus untuk bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) sejumlah 51.084 paket, Soekirman menyebut Kabupaten Sergai mendapat apresiasi dan menjadi role model karena proses penyalurannya yang cepat dan tepat.
“Untuk Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT-DD), hasil pemantauan kami menunjukkan terdapat kendala di beberapa desa yaitu dana desa yang tersedia tidak mencukupi dengan jumlah penerima. Untuk itu solusinya adalah menyusun ulang Perdes agar pengalokasian bantuan tersebut dapat sesuai penerima dan mengikuti aturan perundang-undangan yang berlaku.
Selanjutnya yang menjadi masalah baru adalah Data Warga Terdampak Covid-19 yang baru. Hal ini memang adalah hal yang tidak terhindarkan bahwa semakin banyak warga yang mengalami kesulitan ekonomi sehingga dianggap pantas juga untuk mendapatkan bantuan sebagai masyarakat terdampak pandemi Covid-19,” urai Soekirman.
Terkahir, Bupati mengajak masyarakat  untuk berbudi daya produktif agar dapat bertahan menghadapi pandemi Covid-19, sebab bagaimanapun “tangan di atas” lebih baik daripada “tangan di bawah”.
“Jaga kondusifitas daerah yang baik, terapkan netralitas bagi aparatur negara dengan sebaik-baiknya, agar nanti daerah kita ini menjadi daerah yang Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur,” pungkasnya.
Di kesempatan yang sama, Wabup Darma Wijaya secara singkat menyampaikan kondisi di lapangan di mana warga yang terdampak pandemi Covid-19 terus meningkat, bukan hanya orang di bawah garis kemiskinan saja, namun menyentuh hampir semua lapisan.
“Untuk itu diharapkan kepada seluruh unsur mulai dari desa hingga kecamatan untuk terus mengupdate jumlah warga terdampak pandemi Covid-19 tersebut guna dibahas rencana tindak lanjutnya. Hal ini penting agar seluruh masyarakat terdampak mendapat perhatian merata,” harapnya.
Sementara itu Camat Perbaungan Drs. Benny Saragih, MM, merinci bahwa ada 3 bantuan yang telah disalurkan terkait pandemi Covid-19 yaitu BLT Dana Desa, BST Kemensos dan Bantuan dari Pemprovsu.
“Untuk BLT Dana Desa, dilaksanakan di 24 desa dengan 2.321 orang penerima. Penerima bantuan berdasarkan persyaratan dan evaluasi yang telah ditentukan sebelumnya serta melalui musyawarah desa dari segala unsur masyarakat desa itu sendiri.  Teknis penyaluran bantuan ada yang disalurkan langsung ke desa, dan ada juga diserahkan secara simbolis di Kantor Camat untuk kemudian pihak desa yang mendistribusikan bantuan tersebut.
Kemudian dalam hal penyaluran BST Kementerian Sosial, juga telah disalurkan. Namun terdapat beberapa kendala dalam penyalurannya antara lain data penerima yang tidak sesuai serta belum update,” katanya.
Untuk bantuan Sembako, lanjut Benny, dialokasikan 8.750 paket yang diterima oleh masyarakat se-Kecamatan Perbaungan telah disalurkan dan data penerima bantuan ini tentunya di luar penerima BLT DD dan BST Kementerian Sosial.
Dalam kegiatan ini hadir pula Kapolres Sergai AKBP Robin Panjaitan, Kajari Sergai Paian Tumanggor, SH, Perwakilan Dandim 0204/DS, Kepala OPD, Lurah Simpang Tiga Pekan Suhendrawan, Kapus Perbaungan dr. Erna Ningsih, Lurah, para Kepala Desa, serta para undangan.
Distribusi Bantuan di Kecamatan Pegajahan Berjalan Cukup Lancar
Siangnya, Bupati dan Wabup kemudian melanjutkan monitoring dan evaluasi ke kecamatan Pegajahan bertempat di Kantor Camat Pegajahan.
Bupati mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap persentase penyaluran bantuan di Kecamatan Pegajahan yang progresnya cukup baik, akuntabel dan transparan. Soekirman menyebut, jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan mengalami peningkatan. Program Jaring Pengaman Sosial yang dikeluarkan pemerintah pusat dan daerah masih memiliki keterbatasan sehingga belum seluruh masyarakat mendapat perhatian.
“Namun kami berharap masyarakat tetap percaya jika pemerintah akan terus bekerja keras dan berusaha untuk menyelesaikan tantangan ini, tidak hanya dari aspek ekonomi, namun juga dampak kesehatan dan sosial,” pungkasnya.
Wabup Darma Wijaya yang ikut dalam kegiatan yang sama menekankan pentingnya update data demi menghindari terjadinya kesalahan dalam proses distribusi seperti bantuan yang tidak tepat sasaran atau adanya data ganda.
“Saya berharap pihak yang berwenang berusaha meminimalisir data ganda serta terus update data penerima bantuan baik dari BST, BLT DD, Pemprovsu dan bantuan lainnya guna upaya kita dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19,” sebutnya.
Camat Pegajahan, Jurna Elvida, SE, dalam keterangannya menyampaikan Dari 8.387 KK di Kecamatan Pegajahan, terdapat 5.219 KK atau 62,22% mendapatkan bantuan Covid-19.
“Selain Jaring Pengaman Sosial, Kecamatan Pegajahan juga mengadakan beberapa kegiatan penanggulangan antara lain dimulai dari Pembentukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Pegajahan, imbauan pencegahan Covid-19, membentuk posko siaga Covid-19, dapur umum, pemberian masker, penyemprotan disinfektan serta patroli keliling bersama Muspika kelokasi keramaian,” katanya.
Namun, ia menyebut beberapa permasalahan pada penyaluran bantuan Covid-19 antara lain data yang diusulkan berbeda dengan penerima, data ganda, asumsi tidak meratanya bantuan serta kurang lengkapnya identitas warga. Selain itu masalah kurang disiplinnya masyarakat terhadap penerapan Protokol Kesehatan.
“Untuk itu Kecamatan Pegajahan telah melakukan antisipasi antara lain mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan, memberikan informasi dan menjelaskan tentang mekanisme, update data dan jumlah penerima bantuan serta besaran bantuan guna perbaikan data agar bantuan dapat lebih merata lagi,” pungkasnya.
Pada pertemuan tersebut, Camat Perbaungan dan Pegajahan menyampaikan presentasi tentang pelaksanaan penyaluran BLT Dana Desa dan bantuan sosial lainnya di wilayah Kecamatan, dilanjutkan sosialisasi pencegahan Covid-19 oleh Kepala Puskesmas dan sesi tanya jawab.
Kegiatan ini dihadiri Dandim 0204/DS Letkol Kav Syamsul Arifin, perwakilan Kajari, Kepala OPD, Kapus Pegajahan drg. Mayang Sari, Lurah, para Kepala Desa, serta para undangan.(MC/Sergai/Nurul/Ardi)
465 Views

2 thoughts on “Bupati dan Wabup Tinjau Penyaluran Bantuan di Perbaungan dan Pegajahan

  1. Terima kasih pak sudah memberikan bantuannya, dan saya harap bapak pemerintah untuk meninjau desa melati 2 dikarenakan masih da masyarakat yg terdampak belum mandapatkan bantuan dan tidak didata. Saya mohon untuk di cross cek kembali pak.

    1. Terimakasih atas informasinya, akan kami teruskan kepada Gugus Tugas Percepatan Pengamanan Covid19 Kabupaten Sergai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *