Jurnalis Harus Melayani Informasi Penting dan menarik

Pekan Baru,Jurnalis pada dasarnya adalah melayani informasi publik yaitu memenuhi kebutuhan publik akan informasi penting dan memberi kesempatan khalayak untuk menyampaikan feedback ke provider. Jurnalisme pada dasarnya menjembatani informasi dari pemerintah ke masyarakat dan dari masyarakat ke masyarakat luas lainnya (model one to many ke many to many).

Demikian dikemukakan Daru Priyambodo, Redaktur Senior Tempo saat menjadi narasumber pada session I dalam materi dan diskusi Teknik Penulisan Berita untuk Fortal Info Publik yang dimoderatori oleh Elvira Indah Sari Redaktur Info Publik pada Bimtek Pengelolaan Media Center Daerah di The Premiere Hotel Palembang, Selasa (5/3) pagi.

Lebih lanjut disampaikannya, era digital saat ini berbagai macam karakter pembaca berita pada era digital saat ini seperti survey oleh UC Browser pada tahun 2017 terdapat sebanyak 95,4% membaca berita dan internet/ponsel  dan sumber berita utama adalah media sosial.

Sedangkan menurut statista 2016 membaca berita 41% hanya pada judulnya saja, sementara menurut Schwartz pada tahun 2017 semakin panjang berita maka semakin tidak dibaca, umumnya pembaca hanya 80% hanya “scroll” dan 50%  halaman, malahan sebanyak 5% sama sekali tidak melakukan scrool.

“ Indonesia masuk dalam nomor dua terendah tingkat minat membaca dari 70 negara, namun menurut data facebook paling rajin nomor 4 dan tweeter tahun 2017. Hal ini dikarenakan media social tersebut menjadi sarana ampuh menyerkan informasi,” tukasnya.

Saat ini para jurnalis lebih banyak yang mengandalkan media sosial sebagai bahan informasi yang akan disampaikan oleh masyarakat.

Terdapat beberapa prinsip dasar yang dilakukan oleh seorang jurnalis dalam hal membuatan informasi yaitu Magnitude bahwa sesuatu berita yang menyangkut kepentingan orang banyak maka akan enarik perhatian orang banyak. Kemudian Proximity adalah sebuah berita yang terkait langsung dengan pembaca. Kemudian aktua, kontroversi dan yang terakhir informatife.

Sebuah berita itu dikatakan bagus apabila berita tersebut disajikan dengan menarik dari sisi dan judul sehingga pembaca menganggap informasi tersebut penting dan harus dibacanya, namun adakalanya berita yang penting akan tetapi dianggap tidak menarik oleh pembaca karena konten yang disajikan khususnya judul tidak tertarik serta tidak berkaitan dengan dirinya, jelas Dayu Priyambodo.

 “ Seperti berita kerupuk yang merupakan berita tidak penting namun sangat menarik untuk dibaca dan diikuti oleh masyarakat contohnya berita gossip entertainment,” ujarnya.

Oleh karenanya jadilah jurnalis yang menyajikan informasi manarik dan penting sehingga beritanya akan dinikmati oleh pembaca.(Mc/Sergai/Nrl)

341 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *