Masuk 10 Besar Finalis TPID Awards, Pemkab Sergai Beri Paparan ke Tim Penilai

Sei Rampah,

Pasca terpilihnya Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dalam 10 besar Daftar Finalis Road To Tim Pengendalaian Inflasi Daerah (TPID) Awards 2022, TPID Sergai melaksanakan presentasi secara virtual di hadapan tim penilai dari Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), bertempat di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekdakab) Kabupaten Sergai, Kompleks Kantor Bupati, Sei Rampah, Kamis (18/11/2021).

Membuka paparannya, Bupati Sergai H. Darma Wijaya yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sergai H. M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, menyampaikan jika Kabupaten Sergai sendiri memiliki beberapa program unggulan dalam usaha untuk mengendalikan inflasi, terutama di bidang pertanian.

Sekdakab menjelaskan, saat ini Pemkab Sergai sudah melaksanakan pengembangan kawasan produksi beras berbasis kelompok tani melalui Gerakan Sawah Mandiri (GSM).

“Beras merupakan komoditi pangan yang menjadi salah satu penyumbang peningkatan laju inflasi. Peningkatan harga beras akan mempengaruhi pengeluaran penduduk, karena beras merupakan makanan pokok masyarakat. Oleh karena itu pasokan dan distribusi beras menjadi sangat penting untuk dikendalikan agar tidak mempengaruhi laju inflasi di Kabupaten Sergai,” jelasnya.

Pengembangan kawasan produksi beras berbasis kelompok tani (pekan beras tani) melalui gerakan sawah mandiri (GSM), ungkapnya, merupakan inovasi Pemkab Sergai dalam upaya menjamin pasokan dan kestabilan harga beras di pasar.

Sekdakab menjelaskan, realisasi pelaksanaan GSM tahun 2021 adalah produksi beras sebanyak 620 ton di atas lahan seluas 100 HA. Berturut-turut, tahun 2022 direncanakan produksi beras sebanyak 933 ton di lahan seluas 150 HA, tahun 2023 sebanyak 979,50 ton, dan tahun 2024 sebanyak 1.029 ton di atas lahan yang sama.

“Program SAPDA yaitu poin “pertanian mandiri dan berkelanjutan” yang terkandung dalam RPJMD Kabupaten Sergai tahun 2021-2026 dilaksanakan untuk menjamin keberlanjutan produksi komoditas pangan strategis di Kabupaten Sergai. Selain padi/beras yang menjadi komoditas strategis di Kabupaten Sergai, kedepannya komoditas hortikultura juga akan menjadi perhatian terutama volatile foods yang sering menjadi faktor pemicu inflasi,” katanya.

Masih lanjut Sekdakab, realisasi tanam dan produksi volatile foods tahun 2021 pada 2 komoditi yaitu cabai merah di atas lahan 112 HA sebanyak 1.045,75 ton dan bawang merah seluas 39 HA seluas 369,76.

“Kedepannya pertanaman hortikultura akan lebih ditingkatkan di Kabupaten Sergai, guna lebih memberikan dampak positif dalam pengendalian harga komoditi,” paparnya.

Sementara itu perihal target pengendalian inflasi Kabupaten Sergai, dia mengatakan ada 2 hal yang ingin dicapai, yang pertama, melalui pelaksanaan program pembangunan daerah pertanian mandiri dan berkelanjutan diharapkan akan terjamin ketersediaan pangan di kabupaten serdang bedagai, baik itu pangan utama yaitu beras maupun pangan yang termasuk ke dalam kelompok volatile foods. Kedua, pelaksanaan GSM di Kabupaten Sergai, akan menambah luas tanam padi sebanyak 450 HA dengan tambahan produksi sebesar 2.941,50 ton. Melalui GSM, diharapkan swasembada dan kestabilan harga beras di Sergai akan terus dapat dipertahankan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya-jawab antara Sekdakab Sergai dengan Tim Penilai dari BI yang terdiri dari Deputi Direktur BI Sumut Agustinus Fajar Setiawan, Asisten Direktur BI Sumut Tiar Triyana dan Asisten Direktur BI Sumut Aegina S. Sedangkan pihak Pemprovsu diwakili oleh Kabag Ekonomi Setda Prov. Sumut, Ismail Nasution.

Ikut hadir dalam kegiatan ini Asisten Ekbangsos Drs. Nasrul Azis Siregar, Asisten Administrasi Umum Ir. Kaharuddin, MM, serta para Kepala dan perwakilan OPD yang tergabung dalam TPID Kabupaten Sergai. (MC/Sergai/Rini/Ardi/Chan/Vivi/Juli)

365 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *