Gelar Audiensi, Bupati Terima Kunjungan PGRI Kabupaten Sergai dan Fosil BKM Indonesia

 

Sei Rampah,

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya kembali melaksanakan serangkaian audiensi dengan beberapa pihak yang dilaksanakan di ruang kerjanya, du Komplek Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Selasa (18/7/2023).

Pada audiensi pertama, Bupati Sergai menemui pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sergai yang juga sekaligus melangsungkan pemilihan dan pelantikan periode 2023-2028.

Dalam sambutan singkatnya Bupati Sergai menyampaikan pendidikan adalah tonggak kejayaan bangsa. Sebagai pemimpin daerah, dirinya sadar betul bahwa investasi dalam dunia pendidikan adalah investasi jangka panjang yang paling bernilai bagi masa depan negara. Menurutnya, guru adalah ujung tombak pembangunan pendidikan.

“Saya mengapresiasi semangat dan dedikasi seluruh anggota PGRI yang telah aktif berperan dalam membangun karakter dan potensi anak-anak kita. Melalui tangan-tangan mulia para guru, masa depan negara kita terbentuk dan ditentukan. Kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang dengan penuh kesabaran dan cinta, membentuk generasi muda menjadi pribadi yang berintegritas dan berkompeten,” katanya.

Kepada pengurus baru PGRI yang akan dilantik, Darma Wijaya mengucapkan selamat dan berharap semangat pengabdian dan kebersamaan tetap terjaga dalam setiap langkah perjalanan organisasi ini. Ia berpesan agar seluruhnya menjadi garda terdepan dalam meningkatkan mutu pendidikan, memberdayakan anggota, serta berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat untuk mencapai tujuan bersama.

“Dalam lima tahun ke depan, mari kita satukan tekad dan semangat untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan bagi semua lapisan masyarakat di Kabupaten Sergai,” ucapnya.

Pada kesempatan kedua, Darma Wijaya menerima audiensi pengurus Forum Silaturrahim Badan Kemakmuran Masjid (Fosil BKM) Indonesia.

Di kesempatan ini Bupati Sergai menceritakan jika pengalamannya pribadi sebagai Ketua BKM tingkat desa membuatnya menyadari banyak hal yang perlu dibenahi dan ditingkatkan dalam pengelolaan masjid.

“Masjid adalah tempat suci yang memiliki peran sentral dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian ekstra dalam mengelola dan memelihara fasilitas dan kegiatan di dalamnya,” ujarnya.

Selanjutnya, ia menyebut jika aspek religius di Kabupaten Sergai menjadi salah satu prioritas yang ia dan Wakil Bupati Adlin Tambunan utamakan. Dijelaskan oleh Bupati, salah satunya lewat program GAS (Gerakan Amal Saleh) yang telah diimplementasikan oleh Pemkab Sergai. Program ini, sebutnya, sangat penting dalam memperkuat kesejahteraan guru ngaji dan bilal mayit di Tanah Bertuah Negeri Beradat.

“GAS ini dananya berasal dari potongan tunjangan penghasilan pegawai (TPP) PNS di lingkungan Pemkab Sergai sebesar 2 persen. Dana tersebut kemudian dikelola oleh BAZNAS Sergai untuk kemudian disalurkan kepada guru ngaji dan bilal mayit dalam bentuk insentif. Total dana yang disalurkan sebesar 5 miliar setahun. Selain itu, kami juga memberlakukan program serupa bagi ASN Kristen melalui program GAK (Gerakan Aksi Kasih). Dana dari program GAK dikelola oleh pengurus GAK dan disalurkan sebagai insentif bagi para guru sekolah minggu,” jelasnya.

Selanjutnya, Darma Wijaya juga berkomitmen meningkatkan aktivitas positif di masjid, salah satunya dengan menghadirkan ruang terbuka hijau di Masjid Agung Sergai. Di sana, akan sudah dibangun lokasi manasik haji, tempat bermain anak, dan direncanakan akan difasilitasi wifi.

“Tujuannya adalah untuk mengaktifkan kegiatan di masjid dan menjadikannya sebagai pusat kegiatan masyarakat. Kami berharap dengan hadirnya fasilitas ini, masyarakat dapat lebih aktif dan terlibat dalam berbagai kegiatan yang bernilai positif di lingkungan masjid,” katanya.

Terakhir ia yakin dengan adanya semangat gotong royong dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, umat Islam akan mampu mencapai tujuan bersama dalam memajukan pengelolaan masjid dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

Sebelumnya Ketua Fosil BKM Indonesia Ir. Ilham Safwi menyampaikan kehadiran pihaknya pada hari ini punya tujuan untuk memperkenalkan organisasinya.

“Organisasi kami berawal dari inspirasi yang muncul setelah seminar manajemen masjid dengan partisipasi lebih dari 200 BKM. Pada tanggal 20 Mei 2017, terbentuklah Fosil BKM dengan basis di Medan. Saat ini, kami telah berkembang dan memiliki kepengurusan nasional,” tuturnya.

Ia kemudian melaporkan jika pihaknya sudah beraktivitas di Kabupaten Sergai selama setahun terakhir, terpatnya di Desa Sei Nagalawan, Perbaungan. Ia menyebut Fosil BKM Indonesia memperoleh tanah wakaf seluas 2 hektar yang telah diwakafkan oleh pengurus Fosil dan para jamaah masjid setempat.

“Tanah wakaf ini kami kelola dengan melibatkan petani setempat. Melalui kerjasama dengan Universitas Sumatera Utara (USU), kami berhasil meningkatkan produksi pertanian di lahan tersebut. Keberhasilan ini memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan telah membawa dampak positif yang signifikan,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, dia juga mengajukan permohonan dukungan dari Bupati Sergai. Menurutnya, potensi masjid di Kabupaten Sergai sangatlah luar biasa dan beragam.

“Oleh karena itu, kami berharap untuk memperoleh dukungan dalam mengembangkan organisasi dan menghadirkan program-program unggulan yang dapat berdampak positif bagi masyarakat. Dukungan Bapak Bupati akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berusaha lebih baik lagi dalam menjalankan amanah ini,” katanya.

Hadir dalam audiensi ini Asisten Pemerintahan Umum Nina Deliana Hutabarat, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Suwanto Nasution, S.Pd, MM, para pengurus PGRI Kabupaten Sergai dan Fosil BKM Indonesia. (Media Center Sergai).

Teks/Editor : Ardi/Rini Ry

Reporter : Hans/Ardi

Admin : Chan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

695 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *