Komunitas Seni Telangkai Sergai Lestarikan Budaya Lewat Festival Kebudayaan

Kebudayaan secara umum mengarah pada sebutan dari cara hidup sekelompok orang, yang berarti cara mereka melakukan sesuatu. Kelompok yang berbeda mungkin memiliki budaya yang berbeda. Suatu budaya dari penjelasan pengertian kebudayaan secara umum, diturunkan ke generasi berikutnya dengan belajar.

Kebudayaan juga menunjukkan karakteristik dan pengetahuan sekelompok orang tertentu, yang meliputi bahasa, agama, masakan, kebiasaan sosial, pakaian, musik, upacara dan seni. Dipahami pula pengertian kebudayaan secara umum adalah pola bersama perilaku dan interaksi, konstruksi kognitif dan pemahaman yang dipelajari oleh sosialisasi.

Koentjaraningrat seorang Antropolog Indonesia menyampaikan jika kebudayaan secara umum adalah sebuah sistem gagasan dan rasa, sebuah tindakan serta karya yang dihasilkan oleh manusia yang di dalam kehidupannya yang bermasyarakat.

Selain itu Koentjaraningrat juga mendefinisikan budaya lewat asal kata budaya dalam bahasa Inggris yaitu “colere” yang kemudian menjadi “culture” dan didefinisikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam.

Kebudayaan yang merupakan warisan nenek moyang kita harus dijaga dan dilestarikan dengan baik. Melestarian kebudayaan tersebut dengan tetap melakukan kegiatan kebudayaan secara terus-menerus, terarah, dan terpadu guna mewujudkan tujuan tertentu. Hal ini juga mencerminkan adanya sesuatu yang tetap dan abadi, bersifat dinamis, luwes, dan selektif.

Dilansir dari Gramedia.com, pelestarian budaya adalah upaya untuk mempertahankan nilai-nilai seni budaya, nilai tradisional dengan mengembangkan perwujudan yang bersifat dinamis, luwes, dan selektif, serta menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang selalu berubah dan berkembang.

Widjaja (1986) mengartikan pelestarian sebagai kegiatan atau yang dilakukan secara terus-menerus, terarah, dan terpadu guna mewujudkan tujuan tertentu yang mencerminkan adanya sesuatu yang tetap dan abadi, bersifat dinamis, luwes, dan selektif.

Beragam cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan budaya daerah agar tidak punah, yaitu :

  1. menggelar Pendidikan yang mempelajari tentang budaya daerah
  2. Mengenali budaya daerah sendiri
  3. Menggelar berbagai lomba bertema bidaya daerah
  4. Mendukung upaya pengembangan budaya daerah
  5. Diadakan pentas seni daerah
  6. Memilih budaya asing agar tidak mematikan budaya daerah dan nasional
  7. Mengenalkan budaya daerah kepada orang lain
  8. Mengadakan festival kebudayaan setiap tahun
  9. Memasukkan unsur budaya daerah ke dalam kurikulum
  10. Menggunakan produk buatan daerah
  11. Memasukkan unsur budaya daerah berbagai karya seperti film dan lainnya/.

Pelestarian Seni Telangkai di Sergai

Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) memiliki ragam kebudayaan yang sudah dilakukan oleh masyarakatnya secara turun temurun. Salah satu kebudayaan yang masih dilestarikan hingga sampai saat ini adalah kebudayaan yang berasal dari seni Komunitas Seni Telangkai.

Dilansir dari Timenews.co.id, pada hari tanggal 17 – 18 September 2022 KOmunitas Seni Telangkai melaksanakan Festival Budaya Laut di Pulau Berhala Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Sergai. Dengan disponsori oleh program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut mengangkat budaya masyarakat Pesisir Melayu Bedagai dengan beragam kebudayaan yang dipamerkan pada kegiatan itu, antara lain dzikir laut, pertunjukan musik melayu, silat, peragaan busana, pentas pantomim, pelepasan penyu, pameran lukisan, demo masakan tradisional serta pertunjukan musik dan tari.

Mukhlis, Pembina Komunitas Komunitas Seni Telangkai (Terobosan Langkah Anak Bedagai) didirikan sejak tahun 2016 lalu. Terdiri dari kumpulan pemuda Kecamatan Tanjung Beringin, yang memiliki semangat untuk membangun kampung halamannya. Semangat ini diwujudkan dalam wadah festival kebudayaan.

“ Dimulai dengan series Festival Kebudayaan Pulut Kuning di tahun 2016 dan 2017 lalu, bergerak ke beberapa acara kebudayaan lainnya. Melalui gelaran kebudayaan, kami ingin budaya-budaya yang ada di Kampung Bedagai ini dapat dikenal dan dinikmati oleh masyarakat luas,” katanya.

Festival Budaya Laut 2022 garapan Komunitas Seni Telangkai ini mengangkat konsep yang unik. Pada umumnya panggung pertunjukan mengejar penonton yang banyak. Kali ini seniman dilatih untuk tampil tanpa penonton dan hanya disaksikan oleh alam.

Seniman Fuad Erdansyah seorang seniman sekaligus penata artistik menemukan pengalaman barunya. Ekspresi kesenian kita diuji dengan kesunyian, ketiadaan riuh tepuk tangan, namun justru disitulah kreativitas harus dimaksimalkan.

Ketua Komunitas Seni Telangkai Ifwanul Hakim, menyampaikan  jika pihaknya telah mengesahkan Pulau Berhala sebagai alam kebudayaan.

“ Festival Budaya Laut Pulau Berhala ini, sekaligus menjadi ajang pertunjukan di pulau terluar tak berpenghuni pertama di Indonesia. Ajang kebudayaan seperti ini selayaknya dapat menjadi pelengkap bagi kepariwisataan Pulau Berhala sebagai destinasi wisata bahari di Kabupaten Tanah Bertuah Negeroi Beradat,” paparnya.

Nah, bagi kalian sobat Komunitas Anak Milenial (KAMI) Sergai, silakan yang ingin berwisata ke Pulau Berhala sembari menikmati indahnya alam di sana. Alamnya sejuk dan indah tentunya cocok untuk menghilangkan penat di tengah-tengah rutinitas menjenuhkan. (Berbagai sumber/KAMI Sergai).

1.188 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *