GAMI, “Penjaga” Budaya Melayu di Serdang Bedagai

Seiring berjalannya waktu Melayu atau dunia Melayu menjadi salah satu magnet yang menarik perhatian, tidak hanya perhatian para ilmuan dan pemerhati sosial budaya, tetapi juga kalangan pemerintahan Indonesia. Ada beberapa pendapat yang muncul mengenai kecenderungan perhatian baru di atas. Tiga diantaranya, pertama, Melayu atau dunia Melayu sekarang mulai memasuki ranah emosional berbagai kelompok masyarakat di nusantara, kedua, munculnya kesadaran baru dari kelompok-kelompok masyarakat atau daerah-daerah yang selama ini dikatakan “tidak” atau “kurang” Melayu bahwa mereka sesungguhnya adalah bagian yang tidak terpisahkan dari dunia Melayu itu sendiri, ketiga, munculnya kesadaran baru dari perseorang (kalangan akademis atau bukan) di Indonesia untuk meneliti dan mengungakapkan keberadaan sebuah dunia (Melayu) lengkap dengan kebudayaan dan peradabannya yang tidak begitu kental muatan politis (praktis) nya. Tidak dapat disangkal, terjadinya tiga perubahan diatas, berkaitan erat dengan persoalan politis.

Gerakan Angkatan Muda Melayu Indonesia (GAMI) merupakan suatu organisasi yang di bentuk oleh pemuda Melayu sebagai agenda untuk menggerakkan kembali geliat kemelayuan serta menghimpun generasi muda Melayu demi mempertahankan dan mempersatukan adat dan budaya Melayu di Indonesia. 8 Budaya Melayu pernah berjaya dan terkenal di masa tempo dulu, di Sumatera Utara tepatnya di Kabupaten Serdang Bedagai yang memiliki mayoritas suku Melayu. Suku Melayu Serdang adalah suku Melayu yang mendiami wilayah Kabupaten Serdang Bedagai di provinsi Sumatra Utara. Suku Melayu Serdang ini banyak bermukim di wilayah Perbaungan, Sei Rampah, Bandar Kalipah dan lain-lain tersebar di seluruh kecamatan yang berada di Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara. Secara struktur fisik dan budaya, suku Melayu Serdang ini tidaklah berbeda dengan suku Melayu lainnya, seperti suku Melayu Deli, Melayu Langkat, Melayu Labuhan Batu, Melayu Asahan dan Melayu Riau, karena mereka semua berasal dan berakar dari satu budaya yang sama, hanya saja telah terpisah-pisah, sehingga terjadi perbedaan-perbedaan kecil yang tidak terlalu menyolok.

Kabupaten Serdang Bedagai setelah pemekarannya dengan Kabupaten Deli Serdang pada tanggal 18 Desember 2003 dan membentuk sendiri kabupaten baru yang diberi nama “ Serdang Bedagai” termasuk menjadi salah satu kabupaten yang sukses dengan pemekarannya, dan menjadikan corak Melayu sebagai dasar identitas dari Kabupaten Serdang Bedagai itu sendiri.

Gerakan Angkatan Muda Melayu Indonesia yakni salah satu organisasi yang terbentuk di Kabupaten Serdang Bedagai demi melestarikan budaya melayu yang ada di kabupaten tersebut dikarenakan dampak dari modernisasi yang membuat identitas dan budaya melayu khususnya di Kabupaten Serdang bedagai mengalami kemunduran, karena identitas merupakan konsep mengenai jati diri. Identitas merupakan sesuatu yang harus dimiliki setiap individu karena identitas berfungsi sebagai tanda pembeda antar satu individu dengan individu lainnya. Selain itu identitas merupakan apa yang diyakini individu terkait seluruh aspek sosial dan kultural yang dimaknai melalui tanda-tanda seperti gaya hidup, sikap dan lainnya. Kita mengetahui bahwa kebudayaan melayu kaya akan tradisi, terutama tari-tarian, atau seni berpantun yang ditularkan pada khazanah nusantara yang menjadi kekayaan sastra Indonesia.

Di era globalisasi seperti saat ini, dimana perkembangan IPTEK yang begitu pesat dan kemudahan dalam memperoleh informasi telah menjadi ancaman tersendiri terhadap eksistensi kebudayaan melayu di Kabupaten Serdang Bedagai. Dimana kebudayaan lokal rentan di gusur oleh kebudayaan asing yang saat ini cenderung di gandrungi oleh para generasi muda yang mengakibatkan kebudayaan kita kalah saing dengan kebudayaan asing dan tidak mampu berjaya di kandang sendiri. (Berbagai sumber /ISL).

4.740 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *