Tanaman Tradisional bagi Masyarakat Melayu Sergai dan Dimensi Sosiologisnya

(Bagian II)

 Dukung Anak

Sobat Ini Sergai Lioh (ISL) ketemu lagi sama mimin yang akan bagi-bagikan info tentang berbagai tanaman yang bermanfaat ya.

Dukung Anak (Latin: Phyllanthus Niruri) memiliki daun yang kecil berwarna hijau yang agak gelap dan tersusun berselang seling. Dukung anak memunyai bunga yang berwarna putih kekuningan dan satu tangkai bunga memunyai bunga-bunga kecil yang banyak. Terdapat dua jenis bunga yaitu bunga jantan dan betina.

Masyarakat Melayu Segai menjadikannya sebagai salah satu tanaman obat, karena memberikan manfaat khasiat yang baik untuk kesehatan. Masyarakat Melayu Sergai membutuhkan dukung anak sebagai perobatan, karena kandungan gizi dari tanaman ini. Dikarenakan manfaatnya yang luar biasa untuk kesehatan, tanaman dukung anak merupakan salah satu tanaman obat yang masih digunakan di dalam kehidupan masyarakat Melayu Sergai.

Oleh karena itu masyarakat Melayu Sergai menjaga, merawat, dan melestarikan tanaman ini agar tidak mengalami kepunahan. Dukung anak mudah ditemukan, biasanya tumbuh di kawasan yang tanahnya agak keras, seperti di celah retakan semen. Juga bisa didapati di kawasan kebun-kebun sayur.

Bagian dari dukung anak yang bisa dijadikan obat adalah akar, daun, dan buahnya. Terdapat kepercayaan masyarakat Melayu Sergai yang terekam secara verbal bahwa akar dukung anak ini dapat mengobati sakit pinggang dan sakit maag. Caranya akar dukung anak diambil setiap hari jumat sebanyak tiga kali atau sebanyak tiga hari jumat, sebab di dalam masyarakat Melayu Sergai bahwa hari jumat dipercaya sebagai hari yang baik dan tepat dalam penyediaan obat tersebut. Akar dukung anak diambil sebanyak tiga kecak/ikat. Makna tiga kali pada hari jumat yang juga merupakan angka ganjil, angka keberuntungan. Kemudian akar ini direbus lalu diminum. masyarakat Melayu Sergai menganggap bahwa cara ini paling ampuh dalam mengobati sakit pinggang dan sakit maag. Buah dukung anak digunakan untuk mengobati luka, penyakit kudis, gatal-gatal, kurap, luka, lebam, juga bisa digunakan untuk bisa gigitan ular. Akar, daun, dan buah dukung anak ini diolah dengan cara dijus. Hal ini digunakan oleh masyarakat Melayu Sergai untuk mengobati penyakit anemia dan asma.

Capo

Capo (Latin: Baccharis Salvia Lour) memiliki daun tunggal, di bagian bawah bertangkai. Helai daun bundar telur sampai lonjong, pangkal dan ujung runcing, tepi bergerigi atau bergigi, permukaan daun bagian atas berbulu agak kasar sedang bagian bawah berbulu rapat dan halus. Tanaman tersebut dikenal memiliki rasa pedas, sedikit pahit, hangat dan baunya seperti rempah, namun sangatlah manjur untuk dijadikan obat tradisional sampai sekarang.

Tanaman capo sangat dibutuhkan oleh masyarakat Melayu Sergai, sebab memiliki kandungan gizi yang baik dan dipercaya oleh masyarakat Melayu Sergai memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan terutama dalam bentuk jamu, sehingga masyarakat Melayu Sergai menggunakan tanaman obat ini sampai sekarang dalam kehidupan sosial masyarakat Melayu Sergai. Bagian dari capo yang bisa dijadikan obat adalah daunnya.

Capo berkhasiat untuk mengobati rematik, persendian setelah melahirkan, dan nyeri haid. Pengolahan daun capo ini direbus. Pada wanita yang baru melahirkan sangat dianjurkan untuk meminum jamu yang berbahan daun capo untuk menghilangkan rasa pegal-pegal sehabis melahirkan dan membuat badan lebih segar. Capo hidup di tempat terbuka, lahan pertanian, dan dapat tumbuh di tanah berpasir atau tanah yang agak basah. (Berbagai sumber/ISL).

6.684 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *